Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Cuaca Ekstrem hingga Pekan Depan di Malang, Begini Prediksi BMKG

Ahmad Yani • Kamis, 14 Maret 2024 | 17:33 WIB
Longsor di Dalisodo Wagir Kabupaten Malang. BMKG memprediksi cuaca ekstrem masih akan terus bertahan sepekan ke depan
Longsor di Dalisodo Wagir Kabupaten Malang. BMKG memprediksi cuaca ekstrem masih akan terus bertahan sepekan ke depan

KEPANJEN - Cuaca ekstrem melanda sebagian wilayah di Jawa Timur, tak terkecuali Kabupaten Malang.

Setidaknya, cuaca ekstrem tersebut akan berlangsung hingga Senin (18/3) mendatang.

Untuk itu, masyarakat diimbau tetap waspada terhadap cuaca ekstrem yang dapat mengakibatkan bencana hidrometeorologi.

Mulai dari angin kencang hingga tanah longsor.

Staf Analis Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kelas I Juanda Firda Amalia Maslahah menyampaikan, cuaca ekstrem tersebut terjadi karena sedang dalam musim hujan.

Selain itu, juga terdapat fenomena atmosfer yang disebut dengan Madden Julian Oscillation (MJO).

“Itu bisa menyebabkan peningkatan potensi hujan di wilayah Jawa Timur, termasuk Kabupaten Malang,” ujarnya kemarin (13/3).

Untuk diketahui, MJO yakni gelombang atau osilasi non seasonal yang terjadi di lapisan troposphere yang bergerak dari barat ke timur dengan periode osilasi antara 30-60 hari.

Fenomena tersebut sangat berdampak terhadap anomali curah hujan di wilayah yang dilaluinya.

“Kemudian, ini juga sedang dipantau adanya bibit siklon di Samudra Hindia yang menyebabkan terjadinya cuaca ekstrem berupa gelombang tinggi, hujan disertai petir, maupun hujan disertai angin kencang,” lanjutnya.

Samudra Hindia terletak di bagian selatan Pulau Jawa. Bibit siklon tersebut yakni kumpulan embusan awan dari berbagai daerah di area garis khatulistiwa.

Awan tersebut berputar dengan cepat. Sehingga berpotensi badai.

Firda menyebutkan, kawasan yang perlu lebih waspada yakni daerah pegunungan atau perbukitan. Seperti Ngantang dan Kasembon.

Sebab, ketika terjadi hujan lebat dengan durasi cukup lama, dapat berdampak bencana alam. Sebagai contoh, pada Sabtu (10/3) lalu, terjadi longsor di Desa Jombok, Kecamatan Ngantang.

Kemudian, keesokan harinya terjadi longsor juga di Desa Tulungrejo, Kecamatan Ngantang dan Desa Pait, Kecamatan Kasembon. (yun/nay)

Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana
#BMKG #cuaca ekstrem #malang