Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Cuaca Ekstrem Mengintai Kabupaten Malang hingga Lima Hari ke Depan

Mahmudan • Sabtu, 11 Januari 2025 | 17:58 WIB
Hujan deras yang mengguyur jalan raya Krebet Senggrong, Kecamatan Bululawang mengakibatkan ruas jalan terendam air beberapa hari lalu.
Hujan deras yang mengguyur jalan raya Krebet Senggrong, Kecamatan Bululawang mengakibatkan ruas jalan terendam air beberapa hari lalu.

KEPANJEN – Waspada lah bagi Anda yang rutin beraktivitas di luar rumah.

Ancaman cuaca ekstrem mengintai Kabupaten Malang hingga lima hari ke depan.

Perkiraan cuaca ekstrem tercatat dalam prakiraan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kelas I Juanda Sidoarjo.

Cuaca ekstrem diprediksi berlangsung pada 1016 Januari depan.

Kepala BMKG Stasiun Metereologi Kelas I Juanda Sidoarjo Taufiq Hermawan memaparkan, cuaca ekstrem tidak hanya terjadi di Malang raya.

Namun sebagian besar wilayah Jawa Timur (Jatim).

Mulai dari Ngawi di barat, satu pulau Madura, dan Banyuwangi di ujung timur.

“Memang sekarang sudah masuk musim hujan dan di beberapa wilayah sudah memasuki puncaknya. Diperkirakan akan terjadi sampai tanggal 16 Januri nanti,” terang Taufiq kemarin (10/1).

Wilayahwilayah tersebut berpotensi turun hujan deras dan berpotensi terjadi bencana hidrometeorologi.

Di antaranya ancaman hujan deras disertai angin kencang, banjir, tanah longsor, pohon tumbang, dan puting beliung.

Juga tidak menutup kemungkinan terjadi hujan es.

Taufiq menambahkan, dalam pengamatan BMKG, satu pekan ke depan adalah masa aktif berembusnya angin monsun asia.

Ditambah fenomena gelombang atmosfer equatorial rossby atau fenomena fluida (atmosfer dan lautan) yang berotasi secara berpasangan dan bergerak ke arah barat di sekitar kawasan ekuator melintasi Jawa Timur.

“Hal itu mengakibatkan peningkatan awanawan penghujan. Terlebih, kondisi kelembaban udara yang lembab dan kondisi lapisan atmosfer bawah dan atas wilayah Jatim tergolong labil,” papar dia.

Kewaspadaan lebih juga ditujukan pada wilayah wilayah yang topografinya banyak gunung, tebing, dan curam.

Kabupaten Malang salah satunya.

Data tahun lalu mencatat ada 170 bencana yang berkaitan dengan hujan dan angin kencang.

Terdiri atas 67 kejadian angin kencang, 20 kali banjir, 29 peristiwa pohon tumbang, dan 54 kali tanah longsor.

Sebagian besar, bencanabencana tersebut terjadi di wilayah Kabupaten Malang bagian selatan dan utara.

Kabid Kedaruratan dan Logistik (KL) BPBD Kabupaten Malang Sadono Irawan mencatat sudah ada enam bencana hidrometeorologi selama Januari 2025.

Semuanya berakar dari cuaca ekstrem.

“Banjir satu, tanah longsor tiga, satu kali hujan menyebabkan atap sekolah rubuh dan sekali pohon tumbang,” sebut dia. (biy/dan)

Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana
#cuaca ekstrem #Kabupaten Malang