SINGOSARI – Bupati Malang H M. Sanusi punya harapan lebih untuk sekolah dan para pelajar. Untuk kelestarian lingkungan di area sekolah, dia ingin dimulai dari siswa. Hal itu disampaikan Sanusi ketika mengunjungi SMPN 1 Singosari kemarin (21/1).
”Pelestarian lingkungan harus dimulai dari anak-anak dulu,” ujar Sanusi setelah meninjau SMPN 1 Singosari kemarin.
Dalam peninjauan itu, Sanusi menegaskan dukungannya terhadap kelestarian lingkungan. “Sebagai dukungan untuk sekolah Adiwiyata, kami memberikan bantuan pohon,” terang orang nomor satu di Pemkab Malang itu.
Dalam kesempatan itu dia menyebut, sekolah juga harus sudah banyak inovasi untuk mendukung peningkatan kemampuan siswa. Misalnya pengembangan riset sederhana yang mampu melatih siswa untuk berpikir kritis.
Selain bantuan pohon, pihaknya juga akan memberi bantuan perbaikan tiga ruang kelas untuk pengembangan riset tersebut. Bantuan tersebut akan dilaksanakan oleh Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Cipta Karya (DPKPCK) Kabupaten Malang.
Dia juga menyampaikan agar siswa-siswi di sekolah tersebut terus meningkatkan prestasinya. Baik di tingkat daerah, nasional, hingga internasional. Peningkatan prestasi di luar sekolah tersebut juga harus beriringan dengan meningkatkan nilai pelajaran. Utamanya matematika, bahasa Indonesia, bahasa Inggris, dan IPA. Targetnya, tahun ini harus ada sedikitnya 70 persen siswa dari sekolah unggulan yang mendapat nilai rata-rata 90 untuk empat mata pelajaran tersebut.
Terpisah, Kepala SMPN 1 Singosari Ana Purwanti menyampaikan, pohon yang diberikan bupati tersebut untuk pengembangan kebun buah di area sekolah. Selain mangga, di kebun itu juga ada pohon alpukat. Pengelolaan tersebut untuk mewujudkan sekolah Adiwiyata. “Saat ini pohonnya masih belum besar dan belum berbuah. Kalau sudah berbuah, nanti untuk anak-anak,” kata Ana.
Terkait riset, di sekolahnya sedang merintis pengembangan tiga bidang riset. Yakni IPS, IPA, dan teknologi. Salah satu contoh riset sederhana yang sudah dilaksanakan yaitu penelitian biji kopi untuk pencegahan korosi pada besi. Berdasarkan hasil riset, kandungan tanin dalam kopi mampu memperlambat korosi pada besi. Pengujian tersebut dilakukan dengan media paku.
Selain itu, dia melanjutkan, pihaknya berupaya mengejar target bupati supaya siswa-siswinya semakin banyak yang mendapat nilai rata-rata 90 untuk empat mata pelajaran. “Realisasinya bertahap. Sampai hari ini (kemarin, 21/1), ada 205 siswa dari 973 siswa yang mendapat nilai 90. Jadi masih sekitar 21 persen. Tahun ini kami dorong terus supaya bisa lebih banyak, setidaknya 50 persen dulu,” pungkasnya.(yun/dan).
Editor : Aditya Novrian