Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Percepat Jalur Lintas Selatan Sisi Malang-Lumajang

Aditya Novrian • Rabu, 28 Januari 2026 | 10:41 WIB
INFRASTRUKTUR: Pengendara melintasi di Jalan Lintas Selatan (JLS) Malang-Lumajang beberapa waktu lalu.
INFRASTRUKTUR: Pengendara melintasi di Jalan Lintas Selatan (JLS) Malang-Lumajang beberapa waktu lalu.

KEPANJEN - Beberapa tahun lagi, konektivitas dari Malang bagian utara menuju selatan semakin meningkat. Sebab, pemerintah sedang mempercepat realisasi tiga proyek besar yang menggunakan anggaran pemerintah pusat. Salah satunya pembangunan Jalan Lintas Selatan (JLS) di Malang selatan.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Bina Marga (DPUBM) Kabupaten Malang Khairul Isnaidi Kusuma menyampaikan, jalur di pantai selatan Jawa (Pansela) sudah terhubung dari Sumbermanjing Wetan (Sumawe) sampai Blitar. Namun dari Sumawe ke Kabupaten Lumajang masih menjadi pekerjaan rumah (PR) pemerintah. “Dari Sumawe menuju Lumajang itu sekitar 45 kilometer. Tantangannya memang geografisnya agak ekstrem,” ujar pria yang akrab disapa O’ong itu.

Secara teknis, dia menlanjutkan, jalan yang menghubungkan dua daerah tersebut sudah bisa dilakukan tahap kajian. Basic design untuk jalannya juga mulai dirancang oleh Kementerian Pekerjaan Umum (PU) RI. “Sekarang tinggal penekanannya supaya bisa dipercepat,” kata pejabat eselon II B Pemkab Malang itu.

Namun, menurutnya, sebelum membangun pansela, pembangunan lebih difokuskan untuk Jalan Tol Malang-Kepanjen terlebih dahulu. Sebab, proyek tersebut sudah dirancang selama beberapa tahun dan sempat tertunda karena perubahan pemrakarsa.

Selain itu, peninjauan kembali basic design juga sudah dilakukan, termasuk peninjauan kembali Feasibility Study (FS). Jika tidak ada aral, tahun depan dapat dimulai pembebasan lahannya. “Beberapa waktu lalu (kunjungan Presiden RI Prabowo Subianto, Selasa, 13/1), beliau bilang Insya Allah bisa terealisasi jalan tol tersebut,” imbuhnya.

Selain itu, proyek yang menjadi prioritas kedua yakni perbaikan Jalan Kepanjen-Pagak. Tahun ini, perbaikan jalan tersebut bakal dilanjutkan dengan panjang sekitar 13 kilometer. Perbaikan tersebut akan dilaksanakan menggunakan anggaran pemerintah pusat melalui Inpres Jalan Daerah (IJD) yang sudah disetujui. Namun nilainya masih diperkirakan antara Rp 49 miliar hingga Rp 65 miliar.

Dengan demikian, jika tiga proyek tersebut terealisasi, maka seluruh akses strategis di Kabupaten Malang dapat terkoneksi. Yakni dari utara menuju selatan melalui Jalan Tol Malang-Kepanjen, penghubung dari Kepanjen ke Pansela melalui Jalan Kepanjen-Pagak, serta dari Pansela ke luar kabupaten melalui Jalan Malang-Lumajang maupun Malang-Blitar. (yun/dan)

Editor : Aditya Novrian
#pansela #Kabupaten Malang #JLS Malang Selatan #DPUBM