KABUPATEN - Tahun ini Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Malang menetapkan 2.115 kuota untuk calon jemaah haji (CJH). Jumlah itu sedikit menurun dibanding 2025 lalu. Saat itu ada 2.231 kuota untuk CJH dari Bumi Kanjuruhan.
Rincian kuota untuk tahun ini ada 1.506 kuota untuk jemaah yang lunas tahap satu. Dengan periode pelunasan bulan November hingga Desember 2025.
Sebanyak 1.452 jemaah masuk urut porsi atau yang sudah terjadwal keberangkatan tahun ini. Sedangkan 54 jemaah lainnya masuk prioritas lansia.
”Untuk pelunasan tahap dua ada 609 jamaah,” ujar Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Malang yang Abd. Salam. Rinciannya ada 231 jemaah gabungan dari pasangan atau keluarga dan pendamping untuk lansia atau disabilitas.
Lalu ada 74 jemaah yang terkendala membayar di tahap satu dan 304 lainnya jemaah cadangan. Saat ini sudah ada 2.115 jemaah yang melakukan pelunasan.
Namun berkurang setelah melalui proses mutasi keluar seperti pindah domisili atau memilih keberangkatan dari daerah lain dan mutasi masuk. Sehingga jumlah final saat ini ada 1.633 jemaah yang berangkat dari Kabupaten Malang.
”Ada sekitar 482 jemaah yang tidak jadi berangkat dari Kabupaten Malang setelah proses mutasi,” lanjut Salam. Untuk itu jumlah keberangkatan jemaah saat ini belum pasti karena masih ada kemungkinan tambahan. Terutama ketika jemaah cadangan ada yang berhasil melunasi pembayaran.
Selain itu, kuota provinsi juga masih memungkinkan mengalami perubahan. Sebab, ada target jemaah yang harus dipenuhi. Sehingga skema penambahan kuota bisa berubah sewaktu-waktu. Salam terus memantau penambahan itu sekaligus menyiapkan operasional haji tahun ini.
”Rencana bimbingan manasik haji terintegrasi bakal dilaksanakan 14 Februari (hari ini),” lanjut Salam. Tempatnya di Pendapa Agung Kabupaten Malang yang diikuti 1.633 jemaah. Dilanjutkan manasik di tingkat kecamatan pada 15 sampai 18 Februari mendatang.
Pihaknya membagi titik manasik haji di delapan lokasi. Yaitu di Kecamatan Singosari, Karangploso, Pakis, Bululawang, Turen, Gondanglegi, dan dua lokasi di Kepanjen.
Fokusnya agar jemaah bisa mandiri saat melaksanakan rangkaian ibadah haji baik saat di Indonesia, di pesawat, maupun ketika sudah tiba di Madinah dan Makkah. (aff/by)
Disunting kembali oleh: Afida Rahma Tsabita
Editor : Aditya Novrian