Dengan rentang usia mulai 6 tahun hingga lansia. Sebagai informasi, progres vaksinasi di Kota Batu untuk dosis pertama sudah tercapai 100 persen. Sedangkan, dosis kedua sudah tercapai lebih dari 90 persen. Sementara, secara total dosis ketiga baru mencapai 31,9 persen dan dosis keempat hanya 8,3 persen. “Rendahnya cakupan vaksinasi dosis ketiga dan keempat, memang disebabkan oleh mulai melandainya kasus aktif. Sehingga masyarakat merasa aman untuk kembali beraktivitas,” terangnya. Akan tetapi, pihak Dinkes Batu terus mendorong masyarakat agar tetap mendapatkan vaksinasi dosis lengkap. Susan menegaskan, meskipun kasus aktif Covid-19 di Indonesia telah melandai, namun masyarakat dimohon untuk tetap waspada.
Sebab, masih tingginya kasus Covid-19 di China dan Jepang yang bisa masuk ke Indonesia dengan mudah. “Intinya, masyarakat harus turut berperan serta dalam mencegah penularan. Yakni, tetap memakai masker dan segera melakukan vaksinasi,” tegasnya. Dia juga membeberkan, update kasus konfirmasi Covid-19 di Kota Batu adalah 5.408 orang. Sedangkan, pasien sembuh sebanyak 5.119 orang. Kemudian, pasien meninggal 286 orang dan kasus aktif 3 orang yang saat ini tengah melakukan isolasi mandiri. Terkait stok ketersediaan vaksin, Kepala Dinkes Batu drg Kartika Trisulandari menyampaikan, Dinkes Kota Batu saat ini masih memiliki 119 vial (penampung cairan) vaksin Pfizer yang tersebar di seluruh fasilitas kesehatan (faskes) milik pemerintah.
Namun, jumlah vial yang diterima masing-masing puskesmas berbeda-beda. “Untuk Puskesmas Batu ada 17 vial, Puskesmas Bumiaji 21 vial, Puskesmas Beji 15 vial, Klinik Polres Batu 43 vial, Puskesmas Sisir 12 vial, dan Puskesmas Junrejo 11 vial,” bebernya. Kartika menjelaskan, satu vial bisa diinjeksikan kepada 6 orang. Selain itu, dia menyatakan, meskipun PPKM dicabut, kasus Covid-19 belum sepenuhnya selesai. “Intinya dalam penanganan ini butuh komitmen semua pihak untuk pengendalian kasusnya. Sebab, kuncinya adalah disiplin protokol kesehatan di segala aktivitas,” pungkasnya. (ifa/lid)