MALANG KOTA, RADAR MALANG – Hari Raya Idulfitri identik dengan momen berkumpul bersama keluarga sambil menikmati berbagai sajian makanan, tak terkecuali kue kering yang selalu tampil di meja tamu. Mulai dari kastengel, nastar, hingga putri salju menjadi godaan besar untuk ingin menyantapnya.
Namun di balik kenikmatannya, situasi kalap tersebut perlu diwaspadai. Makanan dengan kandungan gula yang tinggi dapat membahayakan kesehatan, apalagi jika dikonsumsi secara berlebihan.
Gula merupakan karbohidrat sederhana yang membuatnya lebih cepat diserap oleh tubuh, tetapi menyebabkan efek lebih cepat lemas dan mengantuk.
Konsumsi gula secara berlebihan dikaitkan dengan peningkatan berat badan dan timbul berbagai penyakit, seperti diabetes tipe 2.
Diabetes mellitus tipe 2 merupakan penyakit kronis yang ditandai dengan resistensi insulin sehingga kadar gula dalam darah mengalami peningkatan.
Terdapat penelitian yang menyebutkan bahwa konsumsi 206 gelas minuman manis setiap minggunya dapat meningkatkan risiko kematian sebesar 6%.
Sementara itu, apabila 1-2 gelas minunam manis dikonsumsi per hari, risiko kematian meningkat sebanyak 14%.
Penelitian lain juga menunjukkan bahwa konsumsi minuman manis sebanyak 1-2 gelas setiap harinya, meningkatkan risiko terjadinya diabetes tipe 2 sebesar 26%.
Mengonsumsi makanan dengan kandungan gula yang tinggi dapat menyebabkan tubuh resisten terhadap insulin.
Insulin ini merupakan hormon yang diproduksi oleh pankreas, bertugas sebagai pengatur kadar gula dalam darah.
Dengan demikian, resistensi insulin menyebabkan seseorang mengalami penurunan sensitivitas terhadap kadar glukosa.
Kondisi tersebut disertai dengan ketidakmampuan otot dan jaringan lemak dalam meningkatkan pengambilan glukosa sehingga menyebabkan kenaikan kadar gula dalam darah.
Adapun gejala yang dialami oleh seseorang yang terserang diabetes mellitus tipe 2, sebagai berikut.
1. Sering buang air kecil karena produksi urin dalam tubuh terlalu banyak (Poliuria). hau
2. Seseorang akan merasakan haus yang berlebihan sehingga sering minum air putih (Polidipsia).
3. Nafsu makan meningkat dan sering merasa lapar (Polifagi).
4. Penurunan berat badan tanpa penyebab yang jelas.
5. Tubuh sering terasa lelah dan lemas.
6. Memiliki luka yang tak kunjung sembuh serta sering mengalami infeksi.
7. Kesemutan atau mati rasa pada tangan dan kaki.
Lebaran memang hanya terjadi setahun sekali, tetapi bukan berarti menjadikan momen tersebut sebagai ajang balas dendam menikmati semua hidangan tanpa batas wajar.
Sebaiknya, mengonsumsi kue kering atau hidangan manis lainnya dengan porsi yang cukup dan tidak berlebihan.
Imbangi dengan makanan bergizi lainnya agar nutrisi dalam tubuh tetap seimbang. Selain itu, olahraga juga penting dilakukan di tengah kepadatan Hari Raya Idulfitri agar tubuh tetap sehat dan bugar.
Editor : Aditya Novrian