Seperti diketahui, selama ini kawasan wisata Songgoriti dikenal sebagai salah wisata legendaris yang ada di Kota Batu. Maka, untuk meminimalisir stigma tersebut sejumlah pengelola vila berupaya untuk menghapus stigma negatif.
Pantauan tim Jawa Pos Radar Malang di kawasan vila Songgoriti Kamis (28/10), terlihat ada beberapa petugas yang menyaring pengunjung yang datang untuk menginap. Ketika mendapati pasangan muda mudi yang akan menginap misalnya, rata-rata mereka akan menanyakan mengenai status hubungan dari pasangan tersebut. Hal tersebut sebagai salah satu cara mengikis stigma negatif di kawasan vila Songgoriti.
Salah satu pemilik vila di kawasan Songgoriti Abdul Khoir mengatakan, kini hampir setiap pengunjung yang datang selalu ditanyai soal status hubungan mereka. "Ya kami tanya saja, untuk mengikis stigma-stigma negatif," ucapnya.
Namun Abdul tidak memungkiri bahwa pertanyaan yang diajukan tersebut masih sebatas formalitas. Pihak pemilik rata-rata sebatas bertanya tanpa mengontrol lebih dalam lagi. "Ya cuma ditanya saja, masalah bohong atau tidak kan kembali ke individu masing-masing," ucapnya.
Yang pasti, pihaknya ingin memastikan bahwa pengunjung yang datang merasa nyaman, dan tenang, tanpa harus memikirkan stigma-stigma yang negatif.
Salah satu pengunjung Ainul Yaqin menuturkan, dia sengaja membawa keluarganya untuk berlibur ke Batu dan menginap di kawasan Songgoriti. Dia mengaku tidak keberatan dengan inisiatif dari para pemilik penginapan yang mempertanyakan status hubungannya dengan pasangan maupun keluarga. Karena dengan cara itu, stigma negatif yang masih melekat di kawasan vila Songgoriti, sedikit demi sedikit mulai terkikis. (cj6/lid/rmc) Editor : Farik Fajarwati