BATU - Sejumlah wisatawan masih kecewa dengan tidak beroperasinya bianglala di Alun-Alun Kota Batu. Karena seperti yang terlihat pada Rabu kemarin (16/8), kondisi bianglala hanya menjadi pajangan tidak bisa dinaiki. Sedangkan, malam hari lampu yang memutari kerangka bianglala dinyalakan seperti hanya jadi tambahan penerangan Alun-Alun Kota Batu.
Untuk itu, pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat (DPRD) Kota Batu menyarankan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Batu harus serius menangani wahana bianglala tersebut.
Ketua DPRD Kota Batu Asmadi mengatakan, kondisi bianglala sudah keropos dan membahayakan wisatawan. "Terakhir informasi yang saya dengar bianglalanya miring. Seharusnya kalau sudah keropos, mesin, dan sebagainya beli aja baru," jelasnya.
Asmadi mengatakan, kajian dari DLH Kota Batu juga harus jelas. "Mau sampai kapan kajiannya? Ini sudah mau satu tahun, bianglala gak jalan. Padahal, pendapatan yang masuk dari bianglala itu lumayan besar," bebernya.
Selain itu, jika bianglala tidak beroperasi, ke manakah nasib penjaga loket bianglala? Apakah ia tidak bekerja atau diperbantukan di bidang lain dan lain-lain seharusnya dipikirkan oleh dinas terkait.
Sementara itu, salah satu wisatawan bernama Gisca Dwi Nabila mengaku sangat ingin naik wahana bianglala. Namun pas sudah sampai Alun-Alun Kota Batu ternyata malah tak beroperasi.
"Kalau memang tidak beroperasi sebaiknya Pemerintah Kota Batu segera memikirkan bagaimana solusinya. Banyak wisatawan yang ingin naik dan melihat pemandangan Kota Batu," terangnya. Karena kondisi tersebut, Gisca dan temannya hanya bisa berkeliling Alun-Alun Kota Batu. "Kalau begini mau gimana lagi. Yaudah ujung-ujungnya kulineran saja," tutur warga asal Kecamatan Sukun, Kota Malang ini.
Selain itu, wisatawan lainnya bernama Sarah Fauziah menjelaskan, sudah 3 kali naik wahana bianglala dan rasanya kurang nyaman. "Saya takut kalau berhenti di atas terus bunyi krek-krek. Seharusnya, ikon Kota Batu segera diperbaiki dan mengutamakan keselamatan wisatawan," jelas perempuan asal Kota Mojokerto ini.
Menurut Sarah, jika naik bianglala dua orang rasanya seperti tidak imbang. "Jadi, saya kalau naik wahana ini selalu empat orang. Ya, semoga saja bianglala Alun-Alun Kota Batu segera diperbaiki soalnya saya lihat besinya sudah berkarat," bebernya.(ifa/lid).
Editor : Kholid Amrullah