BATU - Kota Batu memiliki banyak sumber air. Di musim kemarau ini sumber air yang memiliki debit paling kecil maupun paling besar semuanya terpantau normal.
Debit air yang paling kecil yakni di sumber air Kasinan yang berada di Desa Pesanggrahan dengan debit sekitar 4 liter per detik. Terlihat air yang mengalir ke kanal jernih dan segar serta cukup deras. Menurut salah seorang warga, Abdur Rasul, debit airnya cukup normal. “Ya ada berkurang ketika kemarau,” katanya.
Namun hal itu normal karena dibandingkan ketika musim penghujan, serta bila dibandingkan musim kemarau lalu juga tak ada kekeringan. Ia juga memanfaatkan air tersebut untuk mengaliri sawahnya. Menurut Abdur, terdapat banyak mata air di area hutan lindung Kasinan. “Yang dipakai saja ada sekitar tujuh pipa,” ucapnya. Belum lagi yang mengaliri ke irigasi.
Abdur menambahkan sumber itu tak pernah mengalami kekeringan. Area di sekitar sumber juga terjaga dan rimbun dengan pepohonan. “Dilarang menebang pohon juga, karena area hutan lindung,” ucapnya.
Selain itu juga dilakukan perawatan dan menyulami pohon. Selain keperluan rumah tangga dan pertanian sumber itu juga bermanfaat untuk minum hewan-hewan ternak warga.
Sementara itu, debit air yang paling besar ada di Desa Punten, yakni sumber Banyuning. Menurut salah satu sesepuh di sekitar Banyuning, Sukirman, arti dari Banyuning ialah kependekan dari banyune bening atau airnya jernih. menurutnya pemanfaatan Banyuning sudah cukup lama. “Di atas tahun 1970 an,” katanya. Banyuning tercatat memiliki debit air sekitar 155 liter air per detik.
Menurut Sukir, saat ini juga tak ada tanda-tanda terjadi penurunan air. Kualitas air juga masih sangat bagus. Dulunya tempat tersebut juga terdapat pepohonan. Saat ini sudah terbangun seperti kolam dan penampung-penampung. Dia berpesan kepada warga untuk senantiasa melakukan perawatan. “Kalau kotor ya kerja bakti untuk bersih-bersih,” ucapnya.
Warga lainnya, Ribut Hartono menjelaskan, di area Banyuning ada yang menyalur ke PDAM Kota Batu dan Kota Malang serta Hipam. “Ada yang ke Sumberejo, sebagian Desa Gunungsari, Desa Sidomulyo dan sebagian Desa Bumiaji,” ucapnya. Untuk Hipam uang dikelola oleh masing-masing pengelola di desa.
Antara pipa PDAM dan Hipam cukup berjarak tetapi masih dalam lingkup area yang sama. Pohon-pohon juga tampak terawat. Selama orang-orang di bawah masih bisa merasakan air dengan baik, berarti sumber air masih baik-baik saja. Ia berpesan untuk fasum seperti masjid dan sekolah agar selalu diperhatikan. (iza/lid)
Editor : Kholid Amrullah