BATU - Tim Sapu Bersih Pungutan Liar (Sabers Pungli) Kota Batu telah melakukan ekspedisi susur mata air se-Kota Batu. Hal ini untuk membuktikan bahwa sebenarnya Kota Batu memiliki sumber air yang melimpah. Hanya saja belum diketahui dan dikelola dengan maksimal.
Menurut Aktivis Sabers Pungli Kota Batu Doddy Eko, berdasarkan data Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Batu, tahun 2016 lalu ada 160 sumber air. Akan tetapi, saat ditelusuri per wilayah ternyata jumlahnya lebih dari data tersebut.
"Sementara jumlah sumber air yang kami temukan hingga Juli 2023 lalu ada 273 titik. Agustus ini ekspedisi sempat berhenti sejenak karena desa banyak kegiatan," terangnya (25/8) lalu.
Doddy mengaku, masih ada dua desa lagi yang belum ditelusuri sumber airnya. Yakni, Desa Pesanggrahan dan Desa Oro-Oro Ombo. "Seharusnya sumber air terbanyak itu di Desa Tulungrejo. Karena di sana adalah kawasan hutan," jelasnya.
Ketika ditanya apakah ada sumber air yang tidak berfungsi atau mati? Ia mengungkapkan, sementara ada 4 titik sumber air yang mati. Di antaranya, ada satu di Kelurahan Ngaglik, dua titik wilayah Kelurahan Dadaprejo, dan satu titik Desa Beji.
"Penyebab utama sumber air mati karena perubahan fungsi lahan di sekitarnya. Akhirnya mengurangi recharge area untuk mata air," ucap Doddy.
Sebagai informasi, recharge area berperan penting dalam keberlangsungan siklus air di bumi. Yang dimaksud area tersebut yakni tempat meresapnya air hujan dari permukaan tanah ke dalam zona jenuh air sehingga berpotensi menjadi air tanah. (ifa/lid).
Editor : Kholid Amrullah