Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Bakar Sampah Sembarangan, Penyakit Paru-Paru dan Jantung Ancam Warga Batu

Kholid Amrullah • Senin, 11 September 2023 | 23:00 WIB

 

 

SEMBARANGAN: Warga membuang sampah di Jalan Abdul Gani Atas Kota Batu.
SEMBARANGAN: Warga membuang sampah di Jalan Abdul Gani Atas Kota Batu.

BATU - Aktivitas pembakaran dan pembuangan sampah sembarangan dapat menimbulkan ancaman penyakit serius bagi masyarakat. Asap dari pembakaran misalnya, bisa berdampak pada sakit paru-paru, jantung, dan otak. Sementara itu, air yang sudah terkontaminasi sampah bisa menyebarkan infeksi.

 

Menurut dokter umum Rumah Sakit Umum Karsa Husada Batu dr Galang Fajar Utomo, ada beberapa zat berbahaya yang terkandung dalam sampah plastik. Zat tersebut meliputi  karbon monoksida, arsenik,  dan dioksin. Pembakaran sampah akan menyebabkan beberapa penyakit di tiga organ tubuh yaitu paru-paru, jantung, dan otak. "Menghirup asap pembakaran bisa menyebabkan infeksi saluran pernapasan atas (ISPA)," jelasnya pada koran ini, Jumat (8/9).

 

Selain itu, polusi udara akibat pembakaran sampah juga bisa memperparah kondisi pasien yang telah memiliki penyakit bawaan. Galang melanjutkan, polusi udara ini juga dapat berakibat pada penyempitan pembuluh darah. "Jika penyempitan terjadi pada jantung, maka akan berakibat serangan jantung. Jika penyempitan terjadi pada otak maka akan berakibat stroke," ungkapnya.

 

Begitu juga dengan sungai yang tercemar air sampah, dapat menimbulkan bibit penyakit baru. Dia mengungkapkan, pembuangan sampah di sungai menyebabkan penularan penyakit secara langsung dan tidak langsung. Penularan ini terjadi karena bersinggungan dengan sampah atau pun air yang tercemar. "Pencemaran air bisa menyebabkan infeksi bakteri, virus, atau parasit. Selain itu masyarakat juga bisa tertular types, diare, infeksi cacing, toxoplasma, dan lainnya," kata Dokter Galang.

 

Untuk diketahui, pembakaran dan pembuangan sampah sembarang di Kota Batu kini terjadi karena belum berfungsinya tempat pengolahan sampah reduce, reuse, recycle (TPS3R) yang ada di masyarakat. Sejak TPA Tlekung ditutup pada 1 September lalu, masyarakat banyak yang membuang sampah sembarangan. Sebagian warga juga membakar sampah karena tidak punya tempat pembuangan.

Hingga saat ini masih berdasarkan pantauan koran ini, seperti belum ada kejelasan sampai kapan pembuangan sampah sembarangan di Kota batu akan berakhir. Karena dari pemerintah seperti belum ada tanda-tanda menemukan solusi yang tepat untuk pembuangan sampah.(kj1/lid)

Editor : Kholid Amrullah
#bakar sampah #Kota Batu #Jantung #penyakit paru