Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Awal Tahun Tanah Longsor dan Banjir Jadi Ancaman

Kholid Amrullah • Selasa, 9 Januari 2024 | 15:00 WIB
HAMBAT LALIN: salah satu peristiwa tanah longsor di jalur Payung, Kota Batu beberapa waktu lalu.
HAMBAT LALIN: salah satu peristiwa tanah longsor di jalur Payung, Kota Batu beberapa waktu lalu.

BATU – Sejumlah ancaman bencana mulai tanah longsor, cuaca ekstrem, kebakaran, banjir, pohon tumbang, tanah ambles dan lainnya masih menjadi ancaman di Kota Batu. Namun bencana yang kerap terjadi adalah tanah longsor. Yang mana, selama 2023 terjadi sebanyak 73 kali.

 

Kepala Seksi Pencegahan dan Kesiapsiagaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Batu Gatot Nugroho mengatakan, Kota Batu yang memiliki topografi perbukitan membuat rawan terjadi bencana longsor. "Selain itu kota batu juga rawan terhadap bencana banjir, angin kencang, serta berpotensi adanya kebakaran hutan," katanya.

 

Selain 73 kejadian tanah longsor, terdapat   43 kejadian cuaca ekstrem, 34 kebakaran hutan dan lahan, 20 kebakaran bangunan, 9 banjir, 8 kejadian atap atau dinding roboh, 6 pohon tumbang, 5 kejadian tanah ambles, 3 kecelakaan yang ditolong oleh BPBD dan 1 pendaki meninggal. Total dari semua kejadian bencana tersebut mencapai 206.

 

Gatot melanjutkan, dari 3 kecamatan yang ada di Kota Batu, wilayah kecamatan Bumiaji yang paling banyak diterpa bencana. Sebanyak 103 kejadian bencana berada di wilayah tersebut sepanjang 2023. Sementara itu, Kecamatan Batu terdapat 82 kejadian dan Kecamatan Junrejo 21 kejadian.

 

Saat ini sebagian wilayah Jawa Timur telah memasuki puncak musim hujan. Gatot mengimbau agar masyarakat senantiasa waspada terhadap potensi cuaca ekstrem berupa hujan sedang hingga lebat yang disertai petir dan angin kencang. "Kita harus tingkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan dalam menghadapi setiap ancaman bencana yang terjadi," ungkapnya.

 

Di lain sisi, Pj Wali Kota Batu Aries Agung Paewai mengaku salut dengan gerak cepat yang dilakukan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dalam penanganan bencana. Sampai akhir 2023, penanganan bencana dapat tuntas hingga 100 persen. "Terima kasih kepada OPD yang telah bergerak cepat dan masyarakat yang telah membangun kepedulian untuk membantu orang-orang yang tertimpa musibah. Mudah-mudahan di Tahun 2024 ini kita dijauhkan dari bencana," pungkasnya. (sif/lid)

Editor : Kholid Amrullah
#Kota Batu #longsor #Bencana