Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Tiga Rekomendasi dari Pakar Untuk Jembatan Tlogomas

Shuvia Rahma • Rabu, 9 Juni 2021 | 18:16 WIB
Begawan Apartment akan menghibahkan sebagian lahannya untuk pembangunan Jembatan Tlogomas (Darmono / Radar Malang)
Begawan Apartment akan menghibahkan sebagian lahannya untuk pembangunan Jembatan Tlogomas (Darmono / Radar Malang)
MALANG KOTA - Rencana pembangunan Jembatan Tlogomas yang rencananya akan dieksekusi Juli, disoroti pakar transportasi Universitas Brawijaya (UB) yang juga anggota Forum Lalu Lintas (Lalin), Hendi Bowo Putro. Secara umum dia mengatakan bahwa pembangunan Jembatan Tlogomas itu harus mempertimbangkan beberapa syarat.

”Salah satu syarat itu harus melebarkan jalan utamanya di Jalan Saxophone,” kata dia.

Syarat itu dicetuskannya agar perpindahan arus kendaraan utama roda empat bisa melintas tanpa kendala. Sebab, lebar Jalan Saxophone saat ini hanya sekitar 4 meter. Jika dilebarkan pun, dia menyebut masih ada problem lain yang berpotensi muncul. Utamanya di titik simpul kemacetan yang ada di simpang lima Tunggulwulung.

Beranjak dari itu, Hendi menyarankan agar Pemkot Malang melakukan studi atau uji kelayakan terhadap apa pun rekayasa yang sudah disusun. ”Jadinya jangan sampai adanya jembatan memunculkan titik kemacetan baru,” tambah Hendi.

Sementara itu, Ketua Komisi C Bidang Pembangunan DPRD Kota Malang Fathol Arifin mengatakan jika pihaknya bakal mendukung upaya pembangunan jembatan tersebut. Sebelum nantinya diumumkan pemenang lelang, dia mengaku bakal memanggil DPUPRKP untuk mempresentasikan detail engineering design (DED) maupun hal teknis lainnya terkait pembangunan jembatan.

”Saya juga berpesan kepada pemkot untuk benar-benar mencari pemenang tender yang benefit,” kata dia sore kemarin.

Politikus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Daerah Pemilihan (Dapil) Kecamatan Sukun itu juga mengaku bila pihaknya telah berkoordinasi dengan Pemkab Malang dan Pemkot Batu terkait rencana pembangunan jembatan tersebut. Komunikasi itu dilakukan karena pelebaran di Jalan Saxophone bakal berkaitan dengan akses perbatasan antara Kabupaten Malang dengan Kota Malang.

Di tempat lain, Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Kota Malang Heru Mulyono mengaku masih belum menyusun skema lalu lintas dengan adanya jembatan tersebut.

”Masih belum, jika kami memang sudah ada obrolan (dengan DPUPRKP), maka akan segera ditindaklanjuti,” kata dia.

Mantan Camat Klojen itu berharap bila ke depan segera ada pemaparan rencana pembangunan jembatan itu dari DPURKP. Sebab, menurutnya, pengaturan arus lalu lintas juga membutuhkan kajian yang mendetail dan butuh waktu.

Sementara itu, dalam pembangunan Jembatan Tlogomas itu, beberapa lahan dari Begawan Apartment dipastikan bakal terpakai. Pihak Begawan Apartment sendiri juga sudah menyatakan kesediaannya untuk memberi sumbangsih berupa penyerahan lahan. Lahan sebelah barat di apartemen itu rencananya akan menjadi salah satu titik awal pembangunan jembatan.

”Ya, kami telah memberikan lahan di sebelah sana (barat) kepada pemkot,” kata Marketing Communication Begawan Apartment Deskarina Mahardhika. Karin–sapaan akrabnya– menjelaskan, pihaknya hanya memberi sumbangsih berupa lahan. Terkait detail pembangunan jembatan, dia memastikan bila Begawan Apartment tidak ikut campur. (adn/c1/by/rmc)
Editor : Shuvia Rahma
#jembatan tlogomas #Begawan Apartment #forum lalin malang #Dishub Kota Malang #UB