MALANG KOTA - Jumlah sampah yang terbuang di Kota Malang terus meningkat.
Untuk mengurangi sampah, para seniman Kota Malang melakukan perubahan dengan menyulapnya menjadi karya seni.
Seperti yang terlihat di Komitmen Art Gallery, Malang Creative Center (MCC), Kota Malang.
”Tahun ini kami mengusung tema Preserving the Diversity of Earth’s Ecosystems atau keberagaman ekosistem dunia,” jelas sekretaris pelaksana kegiatan Rona Hamida Salma.
Tema tersebut merupakan bagian dari SDGs nomor 12 dan 13 yang membahas tentang Production dan Consumptions.
Dalam pameran itu, pihaknya mengajak masyarakat untuk mengolah sampah menjadi karya-karya menarik.
Hasilnya, mulai 7 Agustus sampai 12 September mereka bisa menghimpun 134 karya dari 19 seniman.
Baik seniman asal Kota Malang atau luar Kota Malang seperti Tulungagung.
Karya yang ditampilkan pun beragam.
Ada seni kriya, poster, lukisan di media kanvas, hingga fotografi.
Sebagai contoh, ada lukisan pantai yang dibuat dengan media taplak bekas.
Lalu maket yang menggambarkan ironi pakaian-pakaian yang dibuat dari kulit hewan, manekin setengah badan manusia dari sampah plastik, poster yang berisi peringatan kondisi lingkungan saat ini, dan lain sebagainya.
Rona menyebut tidak ada ketentuan untuk material karya.
Semua material sampah boleh digunakan untuk karya.
Kendati demikian, seluruh karya dari seniman hanya sekadar dipajang.
”Tapi ada salah satu karya milik seniman yang bernama Yoyok Siswoyo yang sempat ditawar, tapi tidak jadi karena beliau ingin karyanya hanya dipajang,” cerita Rona.
Selain pameran, ada pula UMKM yang berhubungan dengan olahan sampah.
Salah satunya UMKM eco print dan pembuatan beads atau manik-manik.
Rona berharap dengan adanya pameran ini bisa mengajak masyarakat untuk lebih peduli dengan lingkungan.
”Apalagi masih banyak orang yang berperilaku konsumtif. Padahal sebenarnya sampah bisa diolah lagi,” tandasnya. (mel/adn)
Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana