Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Perkembangan Sentra Kuliner di Pasar-Pasar Tradisional Kota Malang, Jadi Jujukan Mahasiswa, Wisatawan, dan Karyawan

Bayu Mulya Putra • Minggu, 5 Januari 2025 | 19:40 WIB
DONGKRAK KUNJUNGAN: Sentra kuliner di Pasar Klojen selalu ramai sejak pagi sampai sore hari. Beragam varian makanan dan minuman tersaji di sana. DARMONO / RADAR MALANG
DONGKRAK KUNJUNGAN: Sentra kuliner di Pasar Klojen selalu ramai sejak pagi sampai sore hari. Beragam varian makanan dan minuman tersaji di sana. DARMONO / RADAR MALANG

Pemkot Malang menamainya dengan pasar rakyat milenial. 

Pasar Oro-Oro Dowo yang pertama memulainya. 

Berlanjut ke Pasar Klojen. 

Ke depan, lima pasar lainnya bakal menjadi sasaran dibukanya sentra kuliner baru di Kota Malang.

SAAT memasuki Pasar Klojen, deretan bedak kuliner langsung terlihat. 

Jajanan pasar dengan berbagai gorengan berada di bagian terdepan. 

Di sampingnya ada pedagang kue lumpur. 

Lalu, Mie Cendana, batagor, hingga nasi pecel. 

Hampir semua bedak ramai dengan pembeli. 

Tempat duduk yang tersebar di berbagai sisi pasar juga penuh. 

Beberapa pengunjung memilih berdiri. 

Yang lainnya duduk di lantai pasar untuk menikmati makanannya. 

Pemandangan tersebut terlihat pada Jumat lalu (3/1). 

Saat akhir pekan atau hari libur, area kuliner itu bakal lebih padat. 

Indrawan, Ketua Paguyuban Pedagang Pasar Klojen mengatakan, konsep pasar di sana memang sengaja menghadirkan suasana yang berbeda. 

”Pengunjung bisa benar-benar merasa makan di dalam pasar, itu jadi pengalaman berbeda buat mereka,” tuturnya. 

HARUS SIAP ANTRE: Mie Cendana jadi salah satu varian kuliner paling banyak diburu di Pasar Klojen. ATIKA CANDRA FOR RADAR MALANG
HARUS SIAP ANTRE: Mie Cendana jadi salah satu varian kuliner paling banyak diburu di Pasar Klojen. ATIKA CANDRA FOR RADAR MALANG

Suasana baru itu berlangsung selama empat bulan terakhir. 

Sebelumnya, banyak bedak di sana yang kosong dan ditinggalkan pedagang. 

Indra menyebut, setelah pandemi Covid-19, kondisi pasar cukup sepi. 

Sehingga banyak pedagang yang memilih tidak berjualan. 

Hingga pada Agustus 2024, Mie Cendana menjadi salah satu kuliner favorit di sana yang viral di media sosial. 

Setelah itu banyak pedagang yang datang dan ikut berjualan di sana. 

Saat ini, hampir 100 bedak yang ada di sana terisi semua. 

”Lokasi pasar dekat dengan stasiun jadi salah satu pendorong (banyaknya pengunjung),” tutur Kepala Pasar Klojen Edi Siswantoko. 

Sentra kuliner di sana cukup menarik minat wisatawan yang berkunjung ke Kota Malang. 

Selain itu, anak muda, terutama mahasiswa dari luar kota juga cukup banyak yang berkunjung ke sana. 

Selain Pasar Klojen, Pasar Oro-Oro Dowo sudah lebih dulu menjadi sentra kuliner di pasar tradisional. 

Tempatnya yang berada di tengah Kota Malang dan dekat dengan beberapa hotel dan penginapan menjadi nilai lebih. 

Kuliner yang dapat ditemukan di sana juga beraneka ragam. 

Yang paling ramai dan menjadi pemantik kuliner Pasar Oro-Oro Dowo adalah kue lumpur, yang tempatnya di dekat pintu masuk pasar. 

Syaiful, Ketua Paguyuban Pasar Oro-Oro Dowo mengatakan, sentra kuliner tersebut mulai terbentuk sekitar tahun 2022. 

”Kalau kue lumpur itu sudah berjualan sekitar lima tahun di sini,” tutur dia. 

Penataan bedak kuliner dengan bedak pedagang lainnya dilakukan secara terpisah. 

Bedak kuliner berada di depan atau di kios yang berada di pinggir pasar. 

Sementara bedak pedagang sayur berada di tengah pasar. 

Sebelumnya Pasar Oro-Oro Dowo lebih banyak diisi penjual sayur. 

Saat ini, pengunjung yang datang lebih banyak yang berburu kuliner. 

”Namun untuk sayur juga tetap banyak, karena lokasi pasar dekat dengan perumahan,” tambah Syaiful. 

Dia menyebut bahwa 180 bedak telah terisi semua. Dari total itu, 40 persen diantaranya merupakan penjual kuliner. (dur/by)

Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana
#jajanan pasar #sentra kuliner #pasar klojen #pasar tradisional #kue lumpur