“Menjadi perhatian kami juga untuk meningkatkan kesadaran vasektomi. Karena untuk operasi wanita sudah meningkat.”
DONNY SANDITO
Dinsos-P3AP2KB Kota Malang
MALANG KOTA - Target keikutsertaan program Keluarga Berencana (KB) telah dicanangkan Pemkot Malang.
Pada 2025, tingkat partisipasi minimalnya di angka 65 persen.
Kepala Dinas Sosial dan Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (Dinsos P3AP2KB) Kota Malang Donny Sandito optimistis bisa memenuhi target itu.
Sebab, hingga bulan Maret lalu, keikutsertaan KB sudah mencapai 61 persen.
Menurut data Pemkot Malang, Pasangan Usia Subur (PUS) atau warga yang wajib KB ada 106.867 pasangan.
Yang sudah melaksanakan program KB secara rutin ada 66.017 pasangan.
”Terbanyak program KB yang diikuti menggunakan alat kontrasepsi. Kalau yang vasektomi masih rendah,” terang Donny.
Selain kontrasepsi dan vasektomi, ada beberapa jenis KB lain.
Di antaranya pil KB, suntik KB, alat kontrasepsi dalam rahim dan IUD.
Untuk meningkatkan capaian KB, Donny mengandalkan kader yang ada di setiap kelurahan.
Sosialisasi dan pendekatan secara personel intens dilakukan per kelurahan.
”Menjadi perhatian kami juga untuk meningkatkan kesadaran vasektomi. Karena untuk operasi wanita sudah meningkat,” tuturnya.
Di sisi lain, keberhasilan program KB bisa membawa dampak kepada sektor pendidikan.
Setiap penerimaan siswa baru, ada beberapa SD yang kekurangan peserta didik.
Itu merupakan pengaruh menurunnya angka kelahiran dari tahun ke tahun. (adk/by)
Editor : A. Nugroho