MALANG KOTA – Longsor yang terjadi di Jalan Tapaksiring, Kelurahan Samaan, Klojen pada Jumat (31/10) akhirnya mendapat penanganan.Kemarin (2/11), warga melakukan kerja bakti untuk membersihkan area tepi Sungai Brantas.Kerja bakti dilakukan sejak 07.00 sampai 13.30.
Ada lintas sektor yang juga terlibat. Seperti BPBD Kota Malang, DPUPRPKP Kota Malang, hingga warga di Kelurahan Samaan. Camat KlojenWillstarTariparHatoguan mengatakan, longsor pada Jumat lalu terjadi sekitar pukul 15.15.
Saat itu, serumpun bambu roboh. Sebelumnya, rumpun bambu memang tumbuh subur di sana. ”Dimensi rumpun bambu yang roboh memiliki diameter sekitar 3 meter dan ketinggian 10 meter,” sebut dia. Setelah roboh, pihak Kelurahan Tangguh Samaan segera menuju lokasi untuk melakukan pengecekan.
Hasilnya, diketahui bahwa debit air dari Sungai Brantas juga menggerus tanah atau plengsengan di sekitar lokasi. Akibat rumpun bambu yang roboh, seluruh badan sungai tertutup. Area badan sungai yang tertutup selebar 10 meter.
”Karena khawatir mengganggu aliran sungai, kami akhirnya melakukan kerja bakti,” ucap Willstar. Selain menutup badan sungai, rumpun Bambu juga berpotensi merusak salah satu rumah warga.
Rumah tersebut milik warga bernama Keling.Beruntung, rumah itu saat ini sedang kosong atau tidak dihuni.Setelah semua rumpun bambu ditarik ke pinggir sungai, bagian-bagiannya disusun dengan menambahkan bronjong dan karung pasir.Fungsinya untuk dijadikan penahan erosi di tepi sungai. (mel/by)
Editor : A. Nugroho