Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Jelang Libur Nataru, Wali Kota Malang Pastikan Stok Beras dan BBM Aman

Mahmudan • Kamis, 18 Desember 2025 | 18:02 WIB
INSPEKSI: Wali Kota Malang Wahyu Hidayat didampingi sejumlah pejabat pemkot meninjau persediaan beras di Gudang Bulog, Jalan Raya Gadang kemarin (17/12).
INSPEKSI: Wali Kota Malang Wahyu Hidayat didampingi sejumlah pejabat pemkot meninjau persediaan beras di Gudang Bulog, Jalan Raya Gadang kemarin (17/12).

MALANG KOTA – Wali Kota Malang Wahyu Hidayat meninjau persediaan beras dan Bahan Bakar Minyak (BBM) di Kota Malang kemarin (17/12). Tujuannya untuk memastikan persediaan aman hingga musim libur natal dan tahun baru (Nataru).

Peninjauan dilakukan di dua lokasi, yakni Gudang Bulog di Jalan Raya Gadang dan Terminal Pertamina di Jalan Halmahera, Ciptomulyo, Sukun. Dari hasil peninjauan tersebut, Wahyu memastikan bahwa pasokan beras aman.

Dari hitungan Bulog, stok masih cukup untuk memenuhi kebutuhan warga hingga Februari depan. Mulai dari beras jenis Stabilitas Pasokan Harga Pangan (SPHP) dan beras cadangan. ”Kebutuhan beras merupakan salah satu yang krusial di libur panjang nanti. Dipastikan stoknya aman, sehingga ketika ada kekurangan di lapangan, bisa distabilkan dengan SPHP,” ujar Wahyu.

Kemudian untuk BBM, Wahyu menyampaikan, Pertamina siap menambah pasokan bahan bakar kendaraan maupun LPG. Selain penambahan pasokan, Pertamina juga menyiapkan skema alternatif ketika terjadi kemacetan cukup panjang.

Pengendara nantinya bisa menggunakan SPBU modular atau sementara di beberapa kantong yang sudah dipetakan. Utamanya berada di destinasi wisata favorit. "Jika masyarakat kesulitan mendapatkan BBM atau LPG, bisa menghubungi call center di 135. Nanti akan dikirim ke tempat yang mungkin macet atau tidak bisa dijangkau," jelas Wahyu.

Kepala Bulog Sub Divre Malang M. Nurjuliansyah  Rachman menjelaskan, distribusi beras dari gudang mencapai 70-100 ton per hari. Sementara ini belum ada peningkatan permintaan.

Jika pada Nataru ada lonjakan, Rachman menyatakan stok masih aman. "Stok di kami masih 12 ribu ton, sehingga dipastikan aman terkendali. Tinggal nanti dikeluarkan harus menunggu perintah dari Bappanas (Badan Pangan Nasional),” ucapnya.

Untuk harga beras di Gudang Bulog dibanderol Rp 11.000 per kilogram. Sedangkan untuk di retail atau pasar maksimal di angka Rp 12.500 per kilogram. ”Beras SPHP kami dipastikan kualitas medium dan tidak impor. Merupakan 100 persen hasil petani di Malang dan sekitarnya," tutur Rachman.

Sementara itu, Fuel Manager Pertamina Malang Doly Pratama Yudha menjelaskan, SPBU modular adalah tangki cadangan yang disediakan di titik-titik tertentu. Pada nataru tahun ini, modular disebar ke empat titik.

Dua di Kota Batu, satu di Blitar, dan satu di timur Kota Malang ”Ketika macet panjang dan kendaraan membutuhkan pengisian BBM, bisa menggunakan SPBU modular. Kami yang akan jemput bola ke pelanggan,” terangnya.

Untuk stok LPG, pihaknya menambah 4 persen dibandingkan periode normal. Jika biasanya disiapkan 2.100 metrik ton. Pada libur Nataru bakal ditambah menjadi 2.184 metrik ton. ”Kami juga sudah berkoordinasi dengan kepolisian. Jika memang macet panjang, distribusi bakal menggunakan patwal,” tandas Doly.(adk/dan)

Editor : A. Nugroho
#BBM #SPHP #malang #Nataru