KOTA MALANG – Wajah kawasan Jalan Soekarno-Hatta (Soehat) Kota Malang akan berubah secara signifikan dalam waktu dekat. Sempat gundul akibat pembangunan drainase, muncul wacana Pemerintah Kota Malang untuk menanam kembali kawasan Soekarno-Hatta dengan pohon Tabebuya. Langkah ini diambil untuk mengembalikan kesejukan dan menambah estetika kota Malang.
Dilansir dari Radar Malang, area awal yang akan dimatangkan untuk penanaman Tabebuya adalah di depan Politeknik Negeri Malang (Polinema). Gamaliel Raymond Hatigoran selaku Plh Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) mengatakan bahwa pohon Tabebuya cocok untuk ditanam. Mari kita kupas tuntas tentang pohon Tabebuya ini.
Tabebuya (Handroanthus chrysotrichus) adalah sejenis tanaman yang berasal dari Brasil dan dijuluki sebagai “Sakura Tropis”. Sering dikaitkan dengan bunga Sakura karena bentuknya yang mirip ketika berbunga. Namun, kedua tanaman ini tidak saling berhubungan satu sama lain.
Di Indonesia, tanaman ini ideal ditanam di jalanan kota yang padat konstruksi karena memiliki karakteristik akar yang tidak merusak fondasi atau beton. Varian warna yang populer adalah kuning, merah muda, dan putih.
Bagi warga, fungsi utama Tabebuya bukan hanya sekedar penghias mata. Akan tetapi sebagai filter udara alami untuk menyerap debu dan asap kendaraan di kawasan Soekarno-Hatta. Selain itu, beberapa penelitian menyebutkan Tabebuya memiliki senyawa naphthoquinone yang bermanfaat bagi kesehatan untuk meningkatkan imunitas dan membantu pencegahan penyakit malaria.
Rencana penanaman Tabebuya adalah Langkah cerdas untuk menambah estetika kota. Namun beberapa hal penting seperti kondisi drainase yang baik, dan perawatan rutin agar ranting pohon tidak mengganggu kabel listrik dan daun yang berjatuhan tidak mengganggu pengguna jalan disekitarnya, perlu diperhatikan oleh Pemerintah Kota Malang.
Disunting kembali oleh: Xeon Rhao Loudra Widadi
Editor : Aditya Novrian