Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Tanggapi Kabar Tunggakan Gaji Karyawan, Manajemen RSI Unisma Akui Alami Kesulitan Finansial

Nabila Amelia • Selasa, 23 Juni 2026 | 16:03 WIB
TERUS DIUPAYAKAN: Kabar tunggakan gaji untuk pegawai RSI Unisma diakui pihak manajemen, kemarin (22/6). (Nabila Amelia/Radar Malang)
TERUS DIUPAYAKAN: Kabar tunggakan gaji untuk pegawai RSI Unisma diakui pihak manajemen, kemarin (22/6). (Nabila Amelia/Radar Malang)

MALANG KOTA, RADAR MALANG - Manajemen RSI Unisma angkat bicara terkait kendala dalam memenuhi gaji ratusan pegawai. Mereka menyebut bahwa kondisi itu terjadi karena pihak rumah sakit sedang mengalami kesulitan finansial. Kendati begitu, upaya pemenuhan gaji maupun hak-hak pegawai lainnya masih dilakukan.

Kepala Bidang (Kabid) Pelayanan Hukum-HRD RSI Unisma Nofa Diana menjelaskan, kesulitan finansial yang dialami pihaknya sudah berlangsung lama. Mereka mulai merasakan penurunan pendapatan sejak 2021. Dalam perhitungan rumah sakit, jika kondisi normal, alokasi untuk menggaji pegawai sebesar 30 sampai 45 persen.

”Namun membengkak jadi 70 persen, sementara pendapatan kami menurun,” imbuh Nofa saat ditemui, kemarin (22/6). Di tengah kondisi yang ada, Manajemen RSI Unisma tetap berupaya mengoptimalkan pelayanan sekaligus mempertahankan para karyawan. Mulai dari tenaga kesehatan, dokter, hingga karyawan lainnya. 

Manajemen juga sempat berkonsultasi dengan Dinas Tenaga Kerja, Penanaman Modal, dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Malang. Dalam konsultasi itu, sempat ada usulan untuk pemutusan hubungan kerja (PHK) sebagai langkah efisiensi.

Namun, manajemen tidak memilih PHK sebagai solusi. Sebaliknya manajemen mengambil langkah efisiensi di berbagai sektor. ”Kami melakukan penghematan penggunaan listrik hingga peralatan kantor seperti kertas,” sebut Nofa.

Pada 2025, rumah sakit mulai kesulitan membayarkan gaji pegawai. Ada 20 persen gaji pegawai bulan November dan 100 persen gaji bulan Desember yang belum dibayarkan.

”Lalu pada Mei 2026, kami melakukan pemotongan komponen gaji. Pemotongannya mencapai 35 persen yang berlaku untuk tenaga medis hingga karyawan lain. Tidak pilih-pilih,” kata Nofa.

Selain pemotongan komponen gaji, ada dua tunjangan dari karyawan tetap yang dihilangkan. Yakni tunjangan natura dan tunjangan golongan. Karena kondisi yang terjadi, beberapa karyawan memutuskan resign.

”Kalau ditotal sampai Juni ini, ada 30 karyawan yang sudah mengundurkan diri. Ada hak-hak mereka yang juga belum kami bayarkan,” sambung Nofa.

Saat ini, tersisa 350 karyawan yang masih diperjuangkan oleh RSI Unisma. Mereka juga terdampak dengan kondisi yang terjadi. Ke depan, Manajemen RSI Unisma bertekad terus melakukan upaya memperbaiki kondisi.

Ditanya terkait kabar intimidasi terhadap karyawan, Nofa menampiknya. Dia menegaskan bahwa manajemen, termasuk kepala bagian, tidak pernah melakukan intimidasi. Hanya mengimbau para karyawan untuk tidak menyampaikan permasalahan di internal. 

Namun imbauan itu tidak sampai pada ancaman pemecatan. Untuk pemecatan, manajemen tetap mematuhi aturan yang ada yakni dengan melakukan evaluasi kinerja dulu. ”Bahkan kami juga sudah memfasilitasi audiensi dengan manajemen sebanyak dua kali,” tegas Nofa.

Terpisah, Mediator Hubungan Industrial Ahli Muda DPMPTSP Kota Malang Carter Wira Sutedja menyebut, permasalahan RSI Unisma dengan para karyawannya sudah santer sejak 2024 lalu. Namun, pihaknya tidak bisa melakukan intervensi seperti mediasi karena belum ada laporan tertulis.

”Baru ada laporan pada 12 Juni. Jumlah yang melapor ada 150 karyawan,” beber Carter. Dari informasi sementara, mereka melaporkan RSI Unisma karena tidak memenuhi hak-hak pegawai seperti gaji hingga BPJS. Sebelum mengarah ke mediasi, disnaker berencana melakukan klarifikasi ke RSI Unisma terlebih dulu.(mel/by)

Editor : Bayu Mulya Putra
#tunggakan gaji #tunggakan gaji pegawai RSI Unisma #manajemen RSI Unisma #rsi unisma #kasus ketenagakerjaan