MALANG KOTA, RADAR MALANG - Pelaksanaan program RT Berkelas terus berjalan. Sampai 29 Juli lalu, anggaran senilai Rp 25 miliar telah terserap. Untuk diketahui, total anggaran untuk program itu sebesar Rp 215 miliar.
Dengan progres sampai akhir Juli, artinya realisasi program RT Berkelas hingga bulan ketujuh mencapai 11,85 persen. Sebagai perbandingan, penyerapan program sampai 26 Juni lalu baru 4,85 persen. Jumlah anggaran yang terserap saat itu senilai Rp 10 miliar.
Wali Kota Malang Wahyu Hidayat memastikan program RT Berkelas terus direalisasikan di seluruh wilayah secara bertahap. Meski tahun pertama banyak evaluasi, alokasi anggaran mulai dilakukan di tingkat RT. ”Realisasi RT Berkelas ini merupakan program yang tidak terakomodasi pada dua program sebelumnya. Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) dan pokok pikiran (Pokir) dewan,” terangnya.
Dengan skema tersebut, usulan warga yang terealisasi akan lebih luas. Selama sesuai dengan kamus usulan yang telah ditetapkan pemerintah. Kamus usulan sendiri terdiri dari dua kategori, fisik dan non-fisik. ”Yang terpenting program itu merupakan kebutuhan dari bawah,” tambah Wahyu.
Terkait pengelolaan anggaran, dia memastikan ada mekanisme pengawasan dalam penggunaan dana sebesar Rp 50 juta. Pelaksanaan program itu akan didampingi tim yang telah disiapkan pemerintah. Dengan melibatkan ketua RW dan pihak kelurahan.
Baca Juga: Respons Perpres Pertahanan Negara, Pemkot Malang Siapkan Program Antisipasi LGBT
”Pemantauan mulai dari tingkat RW dan kelurahan. Semuanya dalam bentuk program agar lebih mudah dipantau, tidak berupa uang tunai,” tandas Wahyu. Dari kelurahan, kemudian realisasi program akan dilaporkan ke kecamatan. Pihak kecamatan yang akan membuat report khusus kepada kepala daerah.
Camat Kedungkandang Fahmi Fauzan menyampaikan, baik program fisik maupun non-fisik telah terlaksana. Dia mencontohkan seperti pavingisasi di Kelurahan Tlogowaru. ”Sebelumnya jalan kelurahan itu hanya tanah. Baru dengan RT Berkelas warga bisa membangun paving,” jelasnya.
Proyek fisik lainnya adalah pembenahan Prasarana, Sarana, Utilitas (PSU) di Kelurahan Lesanpuro. Tahapannya saat ini survei di lapangan. ”Untuk non-fisik ada pemberdayaan dengan pelatihan budi daya lele. Kemudian pemberian bibit tanaman,” ungkap Fahmi. (adk/by)
Editor : A. NugrohoSumber : Radar Malang