Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Aksesori berbahan dasar beads, Manik-Manik Kembali Jadi Tren

Bayu Mulya Putra • Minggu, 23 Maret 2025 | 18:21 WIB
BERKEMBANG: Salah satu pengunjung menjajal cincin berbahan tembaga di Pasar Santai, beberapa hari lalu.
BERKEMBANG: Salah satu pengunjung menjajal cincin berbahan tembaga di Pasar Santai, beberapa hari lalu.

KINI, mulai menjamur lagi aksesori berbahan dasar beads atau manik-manik beraneka warna.

Biasanya dibuat menjadi cincin, gelang, dan kalung.

Tren aksesori manik-manik sebelumnya sempat viral karena digunakan oleh para fans penyanyi asal Amerika Serikat, Taylor Swift.

Para penggemar memamerkan gelang persahabatan bertuliskan nama hingga judul lagu artis tersebut.

Salah satu penjual aksesori manik-manik di Kota Malang yakni Area Cute.

Owner Area Cute Hanifia Erma Indahsari menekuni bisnis merangkai manik-manik sejak 2023.

Mulanya, lapak manik-maniknya hanya dibuka saat Car Free Day (CFD) di Kota Malang.

Kemudian, dia mulai menjajakannya di berbagai event dan bazar.

Mengawali bisnis manik-manik, Hani tak memerlukan modal yang besar.

Dia membeli berbagai warna beads melalui toko online dengan sistem borongan.

Untuk berat manik-manik satu kilogram, dia membelinya sekitar Rp 70 ribu.

“Kemudian belajar meronce dari online, lalu berkreasi sendiri,” tuturnya.

Dia memakai beragam bentuk manik-manik. Mulai dari bentuk ceko, pasir, kaca, jombang, premium, dan luxury.

Manik-manik tersebut dipadukan dengan berbagai ukuran sehingga menghasilkan bentuk yang unik.

“Peminatnya dari berbagai kalangan. Mulai anak-anak sampai dewasa,” bebernya.

Itu karena harga perhiasan dari manik-manik dibanderol cukup terjangkau.

Mulai dari Rp 3 sampai Rp 35 ribu saja.

Bahkan, ada juga paket bundling.

Misalnya tiga cincin manik-manik dibanderol dengan harga Rp 5 ribu.

Salah satu yang paling tricky dari bisnis manik-manik adalah perkembangan trennya yang cukup pesat.

Seperti disampaikan salah seorang pebisnis manik-manik Nabilla Alzena, Owner Dec00la. Ide roncean yang dia gunakan mayoritas berasal dari Pinterest.

“Kuncinya ada di modifikasi bentuk, karena kebanyakan tekniknya sama,” tuturnya.

Dalam satu hari, rata-rata dia bisa menyelesaikan lima hingga tujuh pesanan.

Bentuk aksesori yang dikerjakan bergantung dari keinginan pelanggan.

Namun, tren yang sedang menjamur saat ini seperti request dengan inisial nama.

“Alasannya biar lebih eksklusif karena biasanya untuk couple atau friendship,” ujar Nabila.

Kegiatan meronce memerlukan kesabaran dan ketelatenan yang tinggi. Sebab, tata urutan pemasangan bakal menjadi penentu hasil akhirnya.

Maka wajar jika semakin rumit, harganya juga semakin mahal. “Selain itu jenis beads yang digunakan juga memengaruhi harga,” pungkasnya. (ori/by)

Editor : A. Nugroho
#Taylor Swift #tren #Viral #gelang #cincin #manik-manik #kalung #car free day malang #aksesori #CFD Alun-Alun Kajen