Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Seru! Menjamurnya Tren Merakit Tamiya di Kota Malang

A. Nugroho • Minggu, 6 Juli 2025 | 20:45 WIB
DETAIL: Merakit Tamiya yang bikin hari ini makin seru.
DETAIL: Merakit Tamiya yang bikin hari ini makin seru.

Pamor Tamiya kembali naik sejak masuk dalam ekshibisi di PON Papua 2021. Penggemarnya dari kalangan anak-anak hingga orang dewasa menjamur lagi. Kota Malang punya beragam fasilitas dan sosok-sosok hebat di dunia miniatur mobil 4 WD.

 

Miniatur mobil rakitan bukan sekadar hiburan bagi anggota Komunitas Tamiya Zone. Itu juga jadi tolak ukur keberhasilan dan ketelatenan mereka dalam men-setting mobil sesuai keinginan. Layout sirkuit milik Tamiya Zone di Kelurahan Sawojajar, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang jadi ajang pengajuannya.

 

Yang banyak dibawa adalah Tamiya kelas damper. Sebab, kelas tersebut sering diperlombakan, tidak hanya di Malang, namun juga di kota-kota besar di Indonesia. ”Kelas damper itu jenis Tamiya modifikasi, kalau STB Tamiya langsung jadi dan langsung bisa dimainkan,” ujar Edo Aditya Novendi, pemilik Tamiya Zone.

 

BALAP: Balapan Sirkuit Tamiya.
BALAP: Balapan Sirkuit Tamiya.

Kelas tersebut cukup membutuhkan banyak pengetahuan terkait bahan-bahannya. Banyak di antara anggotanya yang merupakan penggemar Tamiya kelas wahid. Anggota mereka biasanya berusia antara 22 sampai 40 tahun.  Namun ada juga yang baru mengenal Tamiya.

 

Umumnya, mereka bakal diperkenalkan bagian-bagiannya terlebih dahulu. Lalu belajar merakitnya hingga bisa dijalankan. Harga pembuatan Tamiya kelas damper bervariatif. Ada yang Rp 1,5 juta hingga mencapai lebih dari Rp 2 juta. Tergantung bahan sasis, dinamo dan Fiber Reinforced Plastic (FRP).

 

Selama mengadakan latihan dan kumpul bareng, obrolan di Tamiya Zone tidak jauh-jauh seputar Mini 4WD. Mulai dari setting Tamiya paling cocok, pemasangan dinamo, pemilih ban, sampai angka derajat roller yang bisa digunakan dalam event perlombaan.

 

Biasanya, untuk meningkatkan iklim kompetitif di komunitas, Tamiya Zone kerap mengadakan perlombaan setiap akhir pekan. ”Pendaftarannya Rp 125 ribu dan hadiah utamanya paling sedikit Rp 1,5 Juta,” ujarnya.

 

Angka itu termasuk kecil di antara event lomba di sekitar Malang. Maklum, komunitas tersebut baru dibentuk bulan lalu. Namun, hal itu diperlukan agar anggotanya semakin termotivasi dalam membuat Tamiya tercepat.

 

Targetnya, agar para anggotanya aktif terlibat dalam perlombaan Tamiya di tingkat regional maupun nasional. Edo ingin agar racer asal Malang bisa berbicara banyak ke event-event besar.

 

Termasuk perlombaan resmi yang digelar Ikatan Motor Indonesia Indonesia Damper Class (IMI IDC) Mini 4WD. Jika mereka bisa memenangkan kejuaraan itu, ada peluang bagi anggotanya untuk tampil di PON.

 

”PON tahun sebelumnya di Papua, Mini 4WD sudah dilombakan, tetapi masih ekshibisi,” kata Edo. Dia melihat, geliat Tamiya semakin membesar dalam beberapa tahun belakangan. Dia pun berharap perlombaan mini 4 WD itu bisa segera masuk dalam salah satu cabang olahraga (cabor) resmi di PON.

 

Sejauh ini, anggota Tamiya Zone juga telah mengikuti berbagai event. Mulai dari Semarang, Surabaya, sampai Kota Batu. ”Agustus nanti kami berencana ikut event di Probolinggo dan Surabaya,” kata dia. (zan/by)

Editor : A. Nugroho
#mainan #mobil #tamiya