Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Botol Bekas Jadi Kebun Mini? Begini Cara Mudah Menanam Cabai dan Bawang di Rumah

Keshia Putri Susetyo • Kamis, 14 Mei 2026 | 04:00 WIB
Cara Mudah Budidaya Cabai dan Bawang Menggunakan Botol Bekas (Source: YouTube/@Sumar Farm)
Cara Mudah Budidaya Cabai dan Bawang Menggunakan Botol Bekas (Source: YouTube/@Sumar Farm)

MALANG, RADAR MALANG – Siapa bilang berkebun harus punya halaman luas? Di tengah tren urban farming yang semakin populer, botol plastik bekas ternyata bisa disulap menjadi kebun mini untuk menanam cabai dan bawang di rumah. Selain hemat tempat, cara ini juga membantu mengurangi limbah plastik yang sering menumpuk di rumah.

Metode yang paling sering digunakan adalah sistem wick atau sistem sumbu, salah satu teknik hidroponik sederhana yang cocok untuk pemula. Sistem ini bekerja dengan memanfaatkan kain flanel atau tali sebagai penyalur air dan nutrisi dari wadah bawah ke media tanam di atas. Praktisnya, tanaman tetap mendapatkan air meski tidak disiram setiap saat.

Baca Juga: Oat Milk Lebih Sehat dari Susu Sapi? Jangan Tertipu Ini Faktanya!

Bagi anak kos, penghuni rumah minimalis, atau siapa saja yang ingin mulai berkebun tanpa ribet, metode ini bisa jadi solusi menarik sekaligus estetik untuk sudut rumah.

Alat dan Bahan yang Perlu Disiapkan

Sebelum mulai, siapkan beberapa bahan sederhana berikut:

Penggunaan botol bekas menjadi salah satu keunggulan sistem ini karena lebih murah dan ramah lingkungan. Bahkan, banyak pegiat hidroponik rumahan memanfaatkan botol air mineral yang sudah tidak terpakai untuk membuat kebun vertikal sederhana. 

Cara Membuat Pot Hidroponik dari Botol Bekas

Langkah pertama dimulai dengan menyiapkan wadah tanam.

Potong botol menjadi dua bagian. Bagian atas yang memiliki tutup akan digunakan sebagai pot, sementara bagian bawah menjadi wadah air nutrisi. Setelah itu, lubangi tutup botol untuk memasukkan kain flanel sebagai sumbu.

Pastikan kain cukup panjang hingga menyentuh dasar wadah air. Nantinya, kain inilah yang akan menyerap air dan menyalurkannya ke akar tanaman secara otomatis.

Baca Juga: Teliti Sebelum Beli: Tips Membaca Label Nutrisi Susu dengan Benar

Jangan lupa membuat beberapa lubang kecil di sekitar leher botol agar akar mendapatkan sirkulasi udara yang baik. Setelah selesai, pasang bagian atas botol secara terbalik ke bagian bawahnya. 

Meski terlihat sederhana, sistem ini bekerja efektif karena memanfaatkan daya kapilaritas air. Tanaman bisa tetap lembap tanpa perlu disiram berkali-kali setiap hari.

Cara Menanam Cabai dan Bawang

Untuk cabai, gunakan bibit yang sudah memiliki sekitar 4 hingga 6 helai daun agar lebih kuat saat dipindahkan. Masukkan media tanam ke dalam botol, buat lubang kecil di tengah, lalu pindahkan bibit secara perlahan agar akar tidak rusak.

Sementara untuk bawang merah, caranya bahkan lebih mudah. Cukup ambil satu siung bawang merah, lalu potong sedikit bagian ujung atasnya agar tunas lebih cepat muncul. Setelah itu, benamkan setengah bagian bawang ke media tanam.

Cabai dan bawang termasuk tanaman yang cukup cocok ditanam menggunakan metode sederhana seperti ini karena tidak memerlukan lahan besar. 

Tips agar Tanaman Subur dan Panen Maksimal

Meski praktis, tanaman tetap perlu perawatan agar tumbuh optimal.

Hal paling penting adalah memastikan wadah bawah selalu terisi air nutrisi. Gunakan pupuk cair organik atau nutrisi hidroponik secukupnya. Namun, jangan sampai seluruh bagian akar terendam karena bisa menyebabkan akar membusuk.

Selain itu, letakkan tanaman di area yang terkena sinar matahari minimal enam jam sehari. Cabai khususnya membutuhkan cahaya cukup agar cepat berbunga dan berbuah.

Baca Juga: Waspada! Daftar Makanan Favorit yang Diam-Diam Berisiko Picu Kanker

Ada satu trik sederhana yang sering diabaikan pemula, yaitu menutup wadah air menggunakan plastik hitam atau cat gelap. Wadah bening yang terkena matahari mudah ditumbuhi lumut, dan lumut bisa menyerap nutrisi yang seharusnya digunakan tanaman. 

Untuk tanaman cabai, lakukan pemangkasan pucuk saat tanaman mulai tinggi. Teknik ini membantu pertumbuhan cabang baru sehingga jumlah buah bisa lebih banyak.

Berapa Lama Bisa Dipanen?

Salah satu alasan banyak orang tertarik mencoba berkebun mini adalah karena hasilnya bisa dinikmati dalam waktu relatif cepat. Bawang merah biasanya sudah bisa dipanen daunnya dalam waktu sekitar tiga minggu. Jika ingin mengambil umbinya, tunggu sekitar 60 hingga 70 hari sampai daun mulai menguning dan rebah.

Sementara itu, cabai umumnya mulai berbunga pada bulan kedua hingga ketiga. Setelah berbuah, tanaman cabai bisa dipanen berkali-kali selama perawatannya baik. 

Baca Juga: Manis Tapi Berbeda: Mengupas Fruktosa, Laktosa, dan Sukrosa dalam Gaya Hidup Sehat

Berkebun dengan metode sederhana seperti ini kini semakin diminati masyarakat perkotaan. Selain karena lahan yang terbatas, banyak orang mulai menikmati sensasi memanen bahan dapur sendiri dari rumah. Jadi, daripada botol bekas hanya menumpuk di sudut rumah, kenapa tidak mencoba mengubahnya menjadi kebun mini yang produktif? 

Editor : Aditya Novrian
#Daur ulang plastik #berkebun di rumah #tips menanam cabe #hidroponik rumahan #menanam cabe sendiri