Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Kenapa Kolektor Rela Bayar Mahal Untuk Kartu Pokemon? Ini Jawabannya

Keshia Putri Susetyo • Selasa, 19 Mei 2026 | 23:00 WIB
Kenapa Kolektor Rela Bayar Mahal Untuk Kartu Pokemon? Ini Jawabannya (Source: Pexels/@Caleb Oquendo)
Kenapa Kolektor Rela Bayar Mahal Untuk Kartu Pokemon? Ini Jawabannya (Source: Pexels/@Caleb Oquendo)

MALANG, RADAR MALANG - Kita semua pasti mengenal kartu dengan gambar-gambar lucu ini, apalagi buat kalian pencinta anime dari kecil. Tapi siapa sangka, kartu yang dulu sering digunakan untuk bermain, sekarang memiliki harga ratusan hingga jutaan rupiah. 

Demam kartu Pokemon tidak hanya terjadi di Indonesia, melainkan fenomena global yang melanda seluruh dunia. Mulai dari Amerika Serikat, Eropa, Cina, hingga negara asalnya, Jepang. 

Kartu-kartu dengan gambar lucu ini bukan lagi sekadar mainan, melainkan komoditas mewah yang diperebutkan di rumah lelang internasional. Karena perpaduan antara tingkat kelangkaan kartu yang ekstrim dan statusnya yang perlahan berubah menjadi aset investasi alternatif bernilai tinggi yang setara dengan emas. 

Baca Juga: Sama-Sama Bikin Melek, Ini Perbedaan Kafein dalam Kopi dan Matcha

Tapi untuk mengenal alasan spesifik mengapa fenomena ini terjadi, yuk kita bedah sama-sama!

  1. Kelangkaan

Beberapa kartu diproduksi dalam jumlah terbatas, seperti kartu booster pack lama tahun 90-an, hingga kolaborasi dengan brand. Terlebih lagi, pihak perusahaan Pokemon memiliki aturan bawaan yang sangat konsisten, mereka tidak mencetak ulang set kartu lama yang sudah dihentikan produksinya. Ketika pasokan di pasar sudah habis dan minat kartu bertambah, maka kelangkaan tersebut menjadi semakin tinggi nilai jualnya. 

  1. Sensasi Gacha 

Demam gacha tidak hanya terjadi kepada blind box, tapi juga booster pack pokemon. Untuk orang Indonesia, kegiatan membuka pack kartu Pokemon ini disebut brewek. Semakin banyak mereka membuka kartu untuk mencari kartu inceran, maka semakin banyak uang yang harus mereka keluarkan. Apalagi jika kolektor mencari kartu Special Illustrator Rare (SIR) yang probabilitasnya sering kali dibawah 1% dan tidak semua box memiliki SIR. 

Baca Juga: Minuman Kamu Masuk Level Mana? Ini Penjelasan Label ABCD dari Kemenkes

  1. Daya Tarik Karakter

Karakter populer seperti Charizard, Pikachu, Eevee, atau trainer Pokemon memiliki harga dan nilai yang berbeda-beda sesuai ilustratornya. Beberapa kartu digambar oleh ilustrator legendaris dengan gaya seni yang ikonik dan sulit ditiru. Tidak heran jika satu karakter yang sama bisa memiliki harga jauh berbeda hanya karena versi ilustrasi, pose, hingga efek holo grafiknya. Kolektor tidak hanya membeli kartunya, tetapi juga karya seni di balik kartu tersebut. 

Fenomena ini juga semakin meledak berkat media sosial. Konten unboxing booster pack, live brewek, hingga video berburu kartu langka di TikTok dan YouTube membuat tren kartu Pokemon terus menarik perhatian generasi baru. Bahkan, beberapa influencer dan artis internasional ikut memamerkan koleksi mereka, sehingga kartu Pokemon semakin dipandang sebagai barang eksklusif dan bergengsi.

Baca Juga: Oat Milk Lebih Sehat dari Susu Sapi? Jangan Tertipu Ini Faktanya!

Pada akhirnya, kartu Pokemon kini sudah berkembang jauh melampaui permainan anak-anak. Bagi sebagian orang, ini adalah bentuk nostalgia. Untuk yang lain, kartu Pokemon menjadi koleksi seni, simbol prestise, bahkan instrumen investasi alternatif.

Jadi jangan heran kalau kartu bergambar monster lucu ini bisa memiliki harga setara motor, emas, atau bahkan mobil. Di balik gambarnya yang menggemaskan, ada kelangkaan, strategi pasar, dan obsesi kolektor yang membuat nilainya terus melambung tinggi.

 

Editor : Aditya Novrian
#Pokemon #Kartu pokemon #Kartu pokemon mahal #pokemon tcg