Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Update Kronologi Lengkap Yai Mim Meninggal karena Asfiksia: Sempat Kejang-Kejang sebelum Dibawa ke RSSA

Nabila Amelia • Selasa, 14 April 2026 | 19:43 WIB
Kasat Reskrim Polresta Malang Kota AKP Rakhmad Aji Prabowo (tengah) saat menjelaskan kronologis meninggalnya Yai Mim bersama Kasi Humas Polresta Malang Kota Ipda Lukman Sobikhin (kiri) dan Kasi Dokkes Polresta Malang Kota dr Wiwin Indriani (kanan). (Nabila Amelia/Radar Malang)
Kasat Reskrim Polresta Malang Kota AKP Rakhmad Aji Prabowo (tengah) saat menjelaskan kronologis meninggalnya Yai Mim bersama Kasi Humas Polresta Malang Kota Ipda Lukman Sobikhin (kiri) dan Kasi Dokkes Polresta Malang Kota dr Wiwin Indriani (kanan). (Nabila Amelia/Radar Malang)

MALANG KOTA, RADAR MALANG – Kronologi kematian Mohammad Imam Muslimin atau Yai Mim akhirnya diungkap secara resmi oleh Polresta Malang Kota pada Selasa (14/4) malam. Polisi membeberkan kronologi lengkap sekaligus kondisi terakhir Yai Mim sebelum meninggal dunia pada 13 April 2026.

Kasat Reskrim Polresta Malang Kota AKP Rakhmad Aji Prabowo menjelaskan, sebelum kejadian, Yai Mim hendak menjalani pemeriksaan oleh tim resmob.

“Yang bersangkutan akan diperiksa sebagai pelapor dalam perkara lain,” ujarnya kepada awak media.

Baca Juga: Penyebab Kematian Terungkap, Polisi Pastikan Yai Mim Meninggal karena Asfiksia

Perkara tersebut terkait dugaan penganiayaan dengan terlapor berinisial F, warga Kelurahan Merjosari yang juga merupakan tetangga Yai Mim. Laporan itu dibuat pada 8 Januari 2026.

Menurut Aji, saat dikeluarkan dari ruang tahanan nomor 4, kondisi Yai Mim masih sehat. Ia bahkan sempat berbincang dengan petugas saat berjalan menuju ruang penyidikan. Namun, medan menuju ruangan tersebut sedikit menanjak.

Sesaat sebelum masuk ruang pemeriksaan, Yai Mim tiba-tiba berhenti, lalu terjatuh dalam posisi terlentang.

“Dari mulut yang bersangkutan mengeluarkan air liur. Saat dicek anggota, yang bersangkutan sempat kejang,” ungkap Aji.

Baca Juga: Apa Itu Asfiksia? Penyakit yang Membuat Yai Mim Meninggal secara Mendadak

Melihat kondisi tersebut, petugas segera menghubungi tim Kedokteran dan Kesehatan (Dokkes). Dalam waktu sekitar dua menit, tim medis tiba dan langsung memberikan pertolongan pertama.

“Setelah tindakan awal, sesuai petunjuk dokkes, korban harus segera dibawa ke RSUD dr Saiful Anwar,” lanjutnya.

Kepala Seksi Dokkes Polresta Malang Kota dr Wiwin Indriani mengungkapkan, saat pemeriksaan awal ditemukan kondisi henti napas dan henti jantung.

Petugas kemudian melakukan tindakan resusitasi atau pertolongan darurat untuk mengembalikan fungsi pernapasan dan sirkulasi darah.

“Kami melakukan dua siklus pertolongan, satu siklus terdiri dari 30 pijatan,” jelas Wiwin.

Proses penanganan awal berlangsung sekitar tiga menit sebelum akhirnya korban dibawa ke RSUD dr Saiful Anwar. Namun, nyawa Yai Mim tidak tertolong dan dinyatakan meninggal dunia dalam perjalanan.

Berdasarkan hasil visum et repertum dari RSSA, ditemukan tanda-tanda asfiksia atau kondisi kekurangan oksigen yang dapat menyebabkan gangguan serius pada tubuh, terutama otak.

“Asfiksia adalah kondisi kegawatdaruratan ketika suplai oksigen ke otak menurun drastis,” paparnya.

Ia menambahkan, kondisi tersebut bisa dipicu berbagai faktor, seperti tersedak, tenggelam, atau adanya gangguan pada saluran pernapasan.

Editor : Aditya Novrian
#asfiksia #kematian Yai Mim #kronologi Yai Mim #malang hari ini #POLRESTA MALANG KOTA