MALANG KOTA, RADAR MALANG – Banjir yang masih terjadi di sejumlah titik Kota Malang menjadi perhatian publik. Meski sejumlah proyek drainase telah dibangun dan diperbaiki, genangan air masih kerap muncul saat hujan deras.
Pemerintah Kota Malang memastikan penanganan banjir dilakukan bertahap dan mengacu pada masterplan drainase menuju Kota Malang bebas banjir tahun 2028.
Baca Juga: DPRD Kota Malang Soroti Penanganan Banjir, Drainase dan Infrastruktur Dinilai Belum Optimal
Sejumlah titik yang telah diintervensi di antaranya kawasan Sawojajar, Jalan Soekarno Hatta, hingga Jalan Raya Langsep. Perbaikan dilakukan untuk meningkatkan kapasitas saluran dan mempercepat aliran air.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan, dan Kawasan Permukiman (DPUPRPKP) Kota Malang Dandung Djulharjanto memang mengakui banjir masih terjadi. Namun, menurutnya terdapat perbedaan signifikan dibandingkan sebelumnya, terutama pada durasi genangan.
“Sekarang genangan relatif lebih cepat surut, sekitar 20 sampai 30 menit setelah hujan reda,” ujarnya.
Ia membandingkan kondisi tersebut dengan tahun-tahun sebelumnya, ketika genangan bisa bertahan hingga dua sampai tiga jam.
Baca Juga: Wali Kota Malang: Penanganan Macet dan Banjir Terus Berprogres
Menurut Dandung, banjir di Kota Malang tidak hanya dipengaruhi curah hujan lokal. Faktor air kiriman dari wilayah sekitar seperti Kota Batu dan Kabupaten Malang juga turut memicu meluapnya saluran drainase.
"Salah satu titik rawan berada di Jalan Letjen Sutoso. Kawasan tersebut kerap terdampak limpasan air dari wilayah Sengkaling yang membuat kapasitas drainase tidak mampu menampung debit air," beber Dandung.
Sebagai langkah lanjutan, Pemkot Malang tahun ini akan melakukan penanganan di titik tersebut. Selain itu, proyek pengerjaan drainase juga direncanakan berlangsung di ruas Jalan Bondowoso hingga Jalan Tidar.
Editor : Aditya Novrian