Tapi, untuk tahap awal, pembukaan dilakukan di sekolah tertentu. Sutiaji menginginkan ada simulasi terlebih dahulu.
”Saya minta mulai minggu depan sudah ada simulasi. Semoga ke depan sekolah-sekolah yang lain juga menyusul melakukan persiapan yang dibutuhkan,” ujar Sutiaji saat mengunjungi SMAN 5 Malang, Rabu (29/7).
Sutiaji mengatakan, saat ini pihaknya telah meminta kepala SD dan SMP untuk melakukan persiapan new normal. ”Nanti tiap kecamatan ada perwakilan dari SD-SMP yang menjadi percontohan untuk uji coba,” terangnya.
Dia optimis hal itu bisa dilakukan dalam waktu dekat. Apalagi di luar negeri, aktivitas new normal dimulai dari dunia pendidikan. Berbeda dengan di Indonesia, di mana new normal diawali oleh tempat ibadah.
Menurut Sutiaji, selain SMAN 5 Malang, juga ada SMAN 2 Malang dan SMA Taruna Nala yang mulai menerapkan protokol Covid-19 dengan baik. ”Contohnya di SMA Taruna Nala yang dengan disiplin menerapkan protokol pencegahan Covid -19. Sampai saat ini kan juga tidak ada klaster-klaster Covid-19 dari sekolah,” paparnya.
Menurut Sutiaji, kunci penting menekan penyebaran Covid-19 adalah hadirnya kedisiplinan. Karena itu, tindakan-tindakan preventif perlu dilakukan. ”Dengan informasi yang didapat orang tua, maka diharapkan disampaikan ke anak-anaknya. Sedang dalam masa pandemi ini, orang tua dan sekolah harus bisa berkolaborasi,” ujar Sutiaji.
Pewarta: Errica Vannie
Editor: Indra M Editor : Mufarendra