Dishub Petakan Lima Titik Rawan Macet
MALANG KOTA – Momen libur panjang akan berakhir hari ini.
Volume lalu lintas (lalin) diprediksi akan lebih padat.
Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang telah memetakan jumlah titik macet.
Ada lima titik rawan macet yang sudah dipetakan.
Yakni di Jalan Ahmad Yani, Jalan Raya Lowokdoro, Jalan Raya Kepuh, gerbang Tol Madyopuro, dan kawasan Dinoyo.
Kepala Dishub Kota Malang Widjaja Saleh Putra mengatakan, selama libur perayaan Maulid Nabi pihaknya menyiagakan 30 personel.
Untuk hari-hari normal sebanyak 12 personel.
Tujuannya untuk mengantisipasi macet, terutama di lima titik rawan macet.
Menurut Jaya, sejak Jumat lalu volume kendaraan lebih padat dari normal.
Salah satunya di kawasan Kajoetangan Heritage.
Kondisi itu berlangsung sampai Minggu sore.
”Selain menyiagakan 30 personel, kami juga memaksimalkan Area Traffic Control System (ATCS),” sebut Jaya.
Di samping itu, pihaknya bekerja sama dengan personel kepolisian.
Dengan demikian kemacetan bisa terurai.
Sediakan Dua KA Tambahan
PT KAI Daop 8 Surabaya melakukan penambahan kereta api (KA).
Manajer Humas KAI Daop 8 Surabaya Luqman Arif menyebut kereta tambahan yang disediakan adalah KA Arjuno Ekspres relasi Malang–Surabaya Gubeng dan KA Arjuno Ekspres relasi Surabaya Gubeng–Malang.
”Keduanya sudah kami siagakan mulai tanggal 13 September sampai 17 September dengan masing-masing 800 tempat duduk,” kata dia.
Selain dua kereta itu, ada 10 kereta jarak jauh lain yang dioperasikan.
Seluruhnya memiliki 5.426 tempat duduk.
Sementara itu, hingga Jumat lalu sudah ada lebih dari tiga ribu orang yang berangkat melalui Stasiun Malang.
Keberangkatan yang menjadi favorit ada KA Tawangalun relasi Malang Kotalama–Ketapang, KA Malabar relasi Malang–Bandung, dan KA Majapahit relasi Malang–Purwokerto.
Untuk melakukan pemesanan tiket, masyarakat bisa menggunakan aplicasi
Access, situs resmi KAI, hingga channel penjualan resmi online lainnya.
Pihaknya juga mengimbau agarm. asyarakat datang lebih awal, sehingga tidak ter-
tinggal kereta. (mel/adn)
Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana