Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Kereta Era Bupati Pertama Diboyong ke Museum Singhasari

Mahmudan • Minggu, 8 Desember 2024 | 00:30 WIB
KOLEKSI BARU: Seorang pengunjung Museum Singhasari mengamati kereta kencana era bupati Malang pertama. Kereta tersebut sebelumnya berada di depan kantor bupati
KOLEKSI BARU: Seorang pengunjung Museum Singhasari mengamati kereta kencana era bupati Malang pertama. Kereta tersebut sebelumnya berada di depan kantor bupati

SINGOSARI - Koleksi benda bersejarah di Museum Singhasari terus bertambah.

Koleksi terbaru adalah kereta kencana era bupati Malang perdana.

Kereta bersejarah itu diparkir di teras bagian samping museum.

Pamong Budaya Ahli Muda Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Malang Yossy Indra Hardyanto memaparkan, kereta berwarna putih tersebut asli buatan Jerman sekitar tahun 1800an. 

Ukurannya cukup besar.

Panjangnya sekitar 34 meter, tingginya sekitar 2 meter, dan lebarnya sekitar 1,5 meter.

“Dulu, kereta ini dikendarai sekretaris daerah (sekda) pada era bupati pertama, kedua, dan ketiga,” ucap Yossy.

Untuk diketahui, bupati Malang pertama adalah R.T. Notodiningrat I (18201839).

Kemudian bupati Malang kedua dijabat R.A.A. Notodiningrat II (18391884), dan bupati Malang ketiga adalah R.T.A. Notodiningrat III (18841898).

Dia juga menyebut, kereta tersebut sudah dipindahkan dua kali.

Pertama dipindahkan dari Kantor Bupati Malang ke Eks Kawedanan Singosari.

Kemudian dari Eks Kawedanan Singosari ke Museum Singhasari.

“Kalau dipindah ke sini (museum Singhasari) kan jadi lebih mudah perawatannya. Kami tidak perlu pindah pindah,” ucapnya saat ditemui beberapa waktu lalu.

Namun yang dapat dilakukan oleh pihak museum hanya perawatan minor.

Seperti membersihkan dari debu, menjaga supaya tidak kotor oleh hewan, serta melindungi dari hujan dan sinar matahari.

Sedangkan perawatan teknis seperti perbaikan as roda dan lainnya hanya dapat dilakukan tenaga ahli.

Saat ini tenaga ahli tersebut tidak ada di Jawa Timur.

Bengkel untuk perbaikan as roda itu juga hanya ada di Sleman, Yogyakarta.

“Meskipun diperbaiki, kereta ini tidak akan diperkenankan untuk dipinjam. Karena akan dilestarikan,” kata Yossy.

Sebab, beberapa kali ada yang mengajukan permohonan peminjaman.

Namun, selalu ditolak.

Selain karena untuk pelestarian, itu juga demi keselamatan peminjam. (yun/dan)

Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana
#Bupati Pertama #kereta #Diboyong #Museum Singhasari #Era