BITUNG, RADAR MALANG – Gempa tektonik berkekuatan magnitudo 7,6 mengguncang wilayah Bitung, Sulawesi Utara, pada Kamis pagi (2/4/2026) pukul 06.48 WITA.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) segera mengeluarkan peringatan dini tsunami dengan status Siaga untuk sejumlah wilayah di Sulawesi Utara dan Maluku Utara.
Baca Juga: Kabupaten Malang Dilanda 22 Kali Gempa
Dampak Kerusakan dan Korban Jiwa
Guncangan hebat ini mengakibatkan kerusakan serius pada sejumlah bangunan di Manado dan Bitung.
Dampak paling parah dilaporkan terjadi di Gedung KONI Manado, di mana bangunan Hall B ambruk total.
Baca Juga: Pria Asal Kepanjen Malang Akui Bakar Rumah Sendiri
Kami kutip langsung dari Kompas TV insiden ini mengakibatkan satu orang warga meninggal dunia (seorang perempuan berusia 69 tahun) dan satu orang anak mengalami luka-luka akibat tertimpa reruntuhan.
Selain Gedung KONI, kerusakan juga dilaporkan terjadi di Terminal Malalayang, beberapa gereja, serta rumah warga yang mengalami keretakan dinding.
Baca Juga: Wajib Tahu! Ini 5 Penyakit yang Paling Mematikan di Indonesia
Kepala BMKG menyatakan bahwa tsunami kecil telah terdeteksi di beberapa titik 16 menit pasca gempa, di antaranya:
-
Minahasa Utara: Ketinggian 0,75 meter.
-
Halmahera Barat: Ketinggian 0,3 meter.
-
Bitung: Ketinggian 0,2 meter.
Hingga pukul 09.00 WITA, BMKG mencatat adanya 16 gempa susulan dengan kekuatan terbesar mencapai magnitudo 5,5.
Baca Juga: Diklat Jurnalistik Guru SMA/MA Se-Kabupaten Malang Sudah Dibuka
Masyarakat diimbau untuk menjauhi area pantai dan bangunan yang sudah retak guna mengantisipasi runtuhan akibat gempa susulan.
Editor : Aditya Novrian