RADAR MALANG - Atlet renang menjadi penyumbang medali pertama bagi Kabupaten Malang di Pekan Paralimpiade Nasional (Peparnas) XVII 2024.
Tampil di Kolam Renang Intan Pari, Solo, atlet disabilitas kabupaten sumbang dua medali, Senin lalu (7/10). Perinciannya satu emas dan perak.
Medali emas didapatkan Zahra Nur Asisah di nomor 100 meter gaya bebas putri.
Dara berusia 16 tahun itu berhasil mengalahkan lima atlet saat babak penentuan.
Catatan waktunya, 1 menit 14 detik.
Dia unggul empat detik dari wakil DKI Jakarta yang berada urutan kedua.
Sedangkan medali perak disumbangkan Muhammad Ali Mahfud di nomor 100 meter gaya bebas putra.
Pria berusia 19 tahun itu menjadi tercepat kedua dari lima peserta.
Dia hanya terlambat 2 detik dari wakil Jawa Barat yang mencatatkan waktu 1 menit 22 detik.
”Kami sangat bangga dengan hasil yang sudah diraih oleh atlet Kabupaten Malang,” tutur Ketua NPCI Kabupaten Malang Yulian Agung Efrata kepada Radar Malang, kemarin.
Menurutnya, capaian itu menjadi hasil kerja keras Zahra dan Ali selama persiapan.
Menurutnya, Zahra dan Ali tidak hanya berlatih saat menjalani pusat pelatihan daerah (Puslatda) Jawa Timur selama sebulan sejak awal September.
Namun, mereka sudah latihan mandiri selama tiga bulan sebelumnya.
Karena itu, dia merasa para atlet tersebut pantas mendapatkan prestasi yang membanggakan tersebut.
Agung mengatakan, raihan dua atlet itu bisa menjadi motivasi kepada para atlet Kabupaten Malang lainnya untuk mengoleksi medali.
Sebagai informasi, masih ada dua atlet berkebutuhan khusus asal Kabupaten Malang yang mewakili Jawa Timur di Peparnas 2024.
Di antaranya Ilyas Rahman Rayandhani di cabor bulutangkis dan Lutfian Habibi Kristanto di cabor atletik lari netra.
”Mereka masih bertanding sampai tanggal 13 Oktober nanti,” jelas Agung.
Menurutnya, NPCI Kabupaten Malang tidak menuntut target kepada para atlet-atletnya. (tio/gp)
Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana