AKTIVITAS atlet Modern Pentathlon Indonesia (MPI) Kabupaten Malang Nisrina Aira Firdaus tidak banyak mengalami perubahan saat bulan Ramadan. Dia tetap berlatih dengan durasi latihan yang sama seperti sebelum Ramadan. Hanya saja, waktu menempa fisiknya menjadi pagi dan sore hari.
Atlet berusia 15 tahun itu bercerita, jadwal latihan pagi dimulai setelah sahur. Sedangkan sore sebelum jam berbuka puasa. Pilihan waktu itu dilihat paling ideal dan tidak berpotensi mengganggu aktivitas puasanya.
Dia berlatih selama dua jam. Baik itu saat berlatih pagi atau pada waktu sore. Fokus latihannya berupa berlari, berenang, dan menembak. Sesuai cabor yang ada di MPI.
”Ketiganya sama-sama penting, jadi tidak boleh saya lewatkan,” katanya. Selain latihan tersebut, dia juga mengasah kemampuannya bermain anggar pada hari Sabtu. Sebagai atlet MPI, mempelajari tambahan nomor merupakan langkah penting untuk menunjang performa.
Selama beraktivitas, Nisrina lebih banyak menempa diri secara individual. Dia dibantu pelatih klub tempatnya berkarier sebagai atlet MPI. Latihan bersama cabor dilakukan saat ada program menempa diri bersama jelang kejuaraan.
Baginya, berlatih sambil berpuasa memberikan tantangan besar. Itu karena konsentrasinya harus tetap terjaga di saat tubuh sedang tidak memiliki banyak energi. Terlebih lagi, cuaca yang tidak menentu di Malang membuat program latihan yang dijalani semakin sulit.
Karena latihan tersebut sangat menguras banyak energi, Nisrina selalu menyiapkan asupan makanan yang baik saat berbuka dan sahur dengan memperhatikan kandungan gizi seimbang. Seperti buah-buahan, air putih, sampai protein hewani. (zan/gp)
Editor : A. Nugroho