Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Insiden Handball Samuele Ricci di AC Milan vs Inter Diperdebatkan, Berikut Penjelasan dan Aturan Terbaru dalam Laws of the Game

Aditya Novrian • Senin, 9 Maret 2026 | 19:00 WIB

Tangkapan layar Pemain AC Milan Samuele Ricci diduga handball saat laga melawan Inter pada Senin (9/3) dini hari. (Istimewa)
Tangkapan layar Pemain AC Milan Samuele Ricci diduga handball saat laga melawan Inter pada Senin (9/3) dini hari. (Istimewa)

MALANG – Insiden dugaan handball yang melibatkan gelandang AC Milan Samuele Ricci saat menghadapi Inter Milan pada laga derby, Senin (9/3) dini hari, menjadi perbincangan hangat di kalangan penggemar sepak bola. Banyak yang menilai Ricci melakukan handball di kotak penalti, namun wasit tidak memberikan penalti kepada Inter Milan.

Kontroversi ini kembali memunculkan pertanyaan publik mengenai bagaimana sebenarnya aturan handball terbaru dalam sepak bola diterapkan oleh wasit di lapangan.

Dalam regulasi Laws of the Game yang disusun oleh Dewan Asosiasi Sepak Bola Internasional (IFAB), handball tidak selalu dinilai sebagai pelanggaran setiap kali bola mengenai tangan pemain. Wasit harus menilai beberapa faktor sebelum memutuskan adanya pelanggaran. 

Baca Juga: Ada Indonesia dalam Kemenangan Cremonese atas Bologna di Serie A, Dua Gol Vardy Jadi Penentu, Emil Impresif

Salah satu indikator utama adalah unsur kesengajaan. Seorang pemain dianggap melakukan handball jika secara sengaja menggerakkan tangan atau lengan ke arah bola. Selain itu, pelanggaran juga bisa terjadi apabila posisi tangan membuat tubuh pemain “lebih besar secara tidak wajar” sehingga menghalangi jalannya bola.

Sebaliknya, jika bola justru mengenai tangan pemain yang berada dalam posisi alami atau menempel pada tubuh, situasi tersebut sering disebut sebagai ball to hand dan biasanya tidak dianggap sebagai pelanggaran.

Baca Juga: Profil Elkan Baggott Bek Tinggi 196 Cm yang Kembali Dipanggil Timnas Indonesia

Aturan ini juga menegaskan bahwa tidak setiap sentuhan bola dengan tangan otomatis dihukum. Wasit harus mempertimbangkan konteks pergerakan pemain, jarak bola, hingga apakah tangan tersebut merupakan bagian dari gerakan alami pemain saat bertahan.

Dalam kasus Ricci, sejumlah analis menyebut posisi tangan pemain tersebut relatif dekat dengan tubuh sehingga dinilai masih dalam posisi natural. Situasi seperti inilah yang kerap memicu perdebatan karena interpretasi wasit bisa berbeda-beda di lapangan.

Selain itu, teknologi Video Assistant Referee (VAR) hanya akan melakukan intervensi jika dianggap terjadi kesalahan yang jelas dan nyata dalam keputusan wasit.

Karena itulah, insiden handball seperti yang terjadi pada laga derby Milan kerap memancing kontroversi. Meski aturan telah diperjelas oleh IFAB, penilaian situasi di lapangan tetap bergantung pada interpretasi wasit terhadap posisi tangan, gerakan pemain, dan dampaknya terhadap permainan.

Editor : Aditya Novrian
#ac milan #handball #Inter milan