RADAR MALANG-Kinerja wasit yang kurang memuaskan membuat manajemen Arema FC melayangkan surat kepada Komite Wasit PSSI. Mereka merasa keputusan pengadil lapangan saat menghadapi Malut United FC banyak merugikan Singo Edan. Harapannya, masukan klub bisa jadi bahan perbaikan.
General Manager Arema FC Yusrinal Fitriandi menjelaskan, surat itu dikirim tidak lama setelah laga melawan Laskar Kie Raha, Jumat lalu (3/4). Dalam suratnya, manajemen Singo Edan ingin meminta penjelasan kepada Komite Wasit mengenai keputusan pengadil lapangan Naufal Adya Fairuski. Sekaligus memberikan saran dan masukan.
Dia menjabarkan, laga terakhir tidak hanya mendapatkan sorotan dari manajemen dan tim Arema FC saja. Namun juga jadi perhatian dari pengamat sampai sejumlah komunitas wasit nasional. Banyak yang memandang pelanggaran yang berbuah penalti untuk Malut United FC pada babak pertama tidak sah.
”Memang surat (itu) tidak mengubah hasil pertandingan. Tetapi kami wajib mengingatkan dan memberi masukan kepada mereka (wasit) agar segera berbenah,” ungkap pria yang akrab disapa Inal tersebut. Menurutnya langkah yang diambil manajemen Arema FC cukup wajar. Karena dalam dua laga terakhir, merasakan kerugian dari keputusan wasit.
Menurutnya, surat yang berisi kritik dan saran kepada PSSI sangat diperlukan untuk masa depan BRI Super League. Itu karena, Liga sudah melakukan perubahan dengan menunjuk Yoshimi Ogawa sebagai ketua Komite Wasit. Sehingga wasit harus bisa memberikan performa yang berkualitas dan objektif.
Terkait dengan respons Komite Wasit, Inal masih belum mendapatkan surat balasan. ”Kami ingin dalam delapan laga mendatang jangan sampai ada yang terjadi seperti kemarin. Harus ada evaluasi,” tandasnya. (zan/gp)
Editor : Galih R Prasetyo