KABUPATEN-RADAR MALANG - Tim pelatih Arema FC selalu mengutak-atik komposisi lini depan tim dalam beberapa laga terakhir. Menurunkan trisula depan yang berbeda dalam empat laga terakhir. Meski kerap bereksperimen, hasil laga dan produktivitas gol tim tetap berada di jalur positif.
Sebelum sering melakukan pergantian, Pelatih Kepala Arema FC Marcos Santos selalu memainkan trisula depan yang tetap. Mereka adalah Gabriel Silva, Joel Vinicius, dan Dalberto Luan Belo. Namun seusai menghadapi Bhayangkara Presisi Lampung FC, nakhoda asal Brasil itu selalu mengubah komposisi ujung tombak tim.
Lantas, apa alasan Marcos sering mengubah komposisi lini depan tim? Juru taktik berusia 46 tahun itu membantah, pilihan strategi itu akibat paceklik gol. Dia hanya berusaha memaksimalkan komposisi tujuh pemain asing di dalam skuad utama.
Baca Juga: Kiper Arema FC Lucas Frigeri Cepat Beradaptasi dengan Perubahan Sistem Pertahanan
Sebagai informasi, setelah kembali dari sanksi kartu dua striker asing tim belum cetak gol. Sebelumnya, Vinicius dan Dalberto jadi sumber gol tim.
”Karena kami tidak bisa memainkan Adi (akibat dalam masa pemulihan), tim harus menurunkan penjaga gawang terbaik di sektor itu,” ujar dia.
Karena itu, membuat tim pelatih memilih Lucas Frigeri yang dalam sesi latihan tampil baik dan kondisinya juga bagus. Penjaga gawang berusia 37 tahun mampu tampil solid dalam dua laga terakhir.
Dengan punya enam slot yang tersisa, Marcos harus berhitung memilih legiun asing yang dibutuhkan dalam skema permainan tim. Dalam laga melawan Persis Solo, dia memilih memainkan tiga center back asing, satu gelandang asing, dan tiga penyerang asing.
Baca Juga: Gelandang Arema FC Arkhan Fikri Kembali Jadi Andalan Lini Tengah
Selain faktor kuota pemain asing, perubahan pos ujung tombak tim didasari kebutuhan tactical. Marcos mencontohkan, menurunkan Franca sebagai winger untuk menambah kreativitas serangan tim di sektor sayap. Memilih Joel Vinicius untuk bermain sejak menit awal lantaran sang pemain mendukung strategi tim.
Menurutnya, perubahan itu akan terus dilakukan Arema FC dalam beberapa laga mendatang. Alasannya, jadi salah satu upaya Singo Edan melakukan counter strategi lawan. ”Sejauh ini tim bisa menjalankan strategi dengan baik. Saya berharap kami bisa konsisten melakukan hal itu sampai akhir musim,” tandasnya. (zan/gp)
Editor : Galih R Prasetyo