Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Dua Alasan Manajemen Arema FC Mempertahankan 7 Pemain Asing Musim Lalu

M. Affan Fauzan • Senin, 22 Juni 2026 | 14:00 WIB
MASIH JADI ANDALAN: Walisson Maia dan Betinho Filho menempel ketat pemain PSM Makassar Savio Roberto (kiri) dalam laga BRI Super League pekan ke-32 di Stadion Kanjuruhan pada 9 Mei lalu. (foto: Darmono/Radar Malang)
MASIH JADI ANDALAN: Walisson Maia dan Betinho Filho menempel ketat pemain PSM Makassar Savio Roberto (kiri) dalam laga BRI Super League pekan ke-32 di Stadion Kanjuruhan pada 9 Mei lalu. (foto: Darmono/Radar Malang)

 MALANG KOTA - Langkah manajemen Arema FC tak banyak mengubah komposisi pemain asing rupanya bukan karena sedang berhemat. Tujuh pemain impor musim 2025/2026 yang bertahan di tim didasari performa. Selain itu, masih menunjang proyek tim untuk kompetisi musim depan.

 ”Mereka juga sudah memahami karakter tim yang dibangun pelatih (Marcos Santos),” ujar General Manager Arema FC Yusrinal Fitriandi. Menurutnya, pemain asing yang bertahan musim depan sudah memenuhi syarat dari manajemen dan tim pelatih. Ketujuh  penggawa tersebut memberikan kontribusi bagus untuk lini belakang dan depan.

 Tiga pemain Arema FC yang mendapat perpanjangan kontrak memiliki kontribusi signifikan di lini pertahanan adalah Julian Guevara, Betinho Filho, dan Matheus Blade. Itu dibuktikan dengan punya statistik intersep, tekel, dan sapuan yang tinggi (selengkapnya baca grafis). Blade jadi raja tekel kompetisi. 

 Sedangkan, penggawa asing yang datang pada paro musim mampu menunjukkan kontribusi bagus dalam hal gol atau assist. Sosok tersebut Joel Vinicius, Gustavo Franca, sampai Gabriel Silva. Walisson Maia berhasil sumbang satu gol dan membuat lini pertahanan kian solid, kendati sempat absen dua bulan.

Pria kerap disapa Inal itu menjelaskan, kekompakan tim yang sudah dibangun sejak kompetisi berjalan membuat manajemen tidak ingin mengambil risiko. Apabila kembali melakukan perombakan skuad asing, tim perlu melakukan adaptasi dari nol. Kondisi itu berpotensi menyulitkan karena harus bermain sembari meningkatkan chemistry.

 ​Dengan kerangka tim yang sudah terbentuk, tim pelatih hanya perlu fokus untuk mengombinasikan elemen tim dengan penggawa anyar. Itu karena, empat slot asing yang tersisa akan dihuni wajah-wajah baru. Termasuk beberapa pemain lokal yang sudah sepakat bergabung musim depan.

 ​Pria asal Bogor itu berharap, ketujuh penggawa asing yang dipertahankan bisa menjaga konsistensi. Itu karena, tim ingin meraih hasil yang lebih baik dibanding musim lalu. ”Dengan komposisi skuad saat ini, kami ingin persiapan menghadapi Super League 2026/2027 bisa berjalan lebih maksimal,” tambah dia.

 ​Di tempat terpisah, winger Arema FC Gabriel Silva ingin meningkatkan performanya dari musim sebelumnya. Menurutnya, dengan komposisi skuad dan tim pelatih yang sudah familiar, membuatnya lebih mudah untuk menampilkan hasil yang maksimal. ”Dengan bekal tersebut saya hanya perlu bekerja keras dan mengikuti instruksi pelatih agar bisa membantu tim ini meraih target naik ke papan atas,” tambah dia. (zan/gp)

Editor : Galih R Prasetyo
#transfer Arema FC #pemain asing #Singo Edan