KABUPATEN MALANG, RADAR MALANG - Persaingan ketat sektor gelandang skuad Arema FC justru jadi pelecut bagi pemain lokal. Suasana kompetitif dalam tim bagi mereka merupakan situasi yang normal. Fokusnya adalah terus bekerja keras agar selalu siap jika mendapat kepercayaan.
Termasuk bagi pemain anyar Arema FC, Robi Darwis. Menurutnya, bermain atau tidak, tim dibentuk untuk saling mendukung. Karena itu, saat belum
dapat kesempatan, dia akan mengoptimalkan peran lain. Begitu juga, saat tidak dipasang di posisi naturalnya. "Harus bisa maksimal," ujarnya.
Selama berkarier di Super League, Robi sempat bermain di luar posisi aslinya sebagai gelandang bertahan. Dia sudah sembilan kali tampil sebagai fullback kanan, tiga kali tampil sebagai gelandang tengah, dua kali turun di winger kanan, dan satu kali tampil sebagai stoper dan gelandang serang.
Dia merasa, pengalaman tersebut penting dalam kariernya. Hal itu membuatnya bisa diturunkan di posisi mana pun. ”Soal posisi (bermain) saya tidak terlalu memikirkannya. Mau
dimainkan di mana saja oleh pelatih tidak masalah,” ujar pemain asal Cianjur tersebut.
Menurut Robi, terpenting adalah mendapatkan kepercayaan dari Pelatih Kepala Arema FC Marcos Santos.
Saat dirinya mampu bermain bagus di salah satu posisi yang pernah dijalani, dia bisa tampil reguler setiap laganya.
Berdasar pengamatan wartawan koran ini, Robi bermain di dua posisi selama menjalani sesi latihan pramusim bersama Singo Edan. Turun di posisi gelandang tengah dan fullback kanan.
Selama menempa diri, dia mengaku cukup nyaman bermain di dua posisi tersebut.
Selain bersedia tampil di berbagai sektor, Robi juga mampu menunjukkan kemampuan terbaik di posisi aslinya sebagai gelandang bertahan.
Menurutnya, persaingan dengan rekan setim tidak dipandang sebagai hal negatif.
”Saya suka tantangan, ini bisa menjadi motivasi saya untuk tampil memberikan kemampuan terbaik,” ujarnya. (zan/gp)
Editor : A. NugrohoSumber : Radar Malang