28 Oktober, 94 tahun yang lalu, sejarah perjalanan bangsa Indonesia telah menjadi saksi nyata. Bahwa kerisauan para pemuda saat itu akan kondisi bangsanya yang tertindas, pada akhirnya mampu melahirkan sebuah gerakan yang berbuah pada kemerdekaan Indonesia.
Buah pikiran yang disemai dan dipupuk subur oleh para pemuda saat itu telah berhasil menjadi buah kemerdekaan dan kemajuan peradaban bangsa. Dari bangsa yang tertindas dan terjajah menjadi bangsa yang merdeka dan kuasa atas nasib kemuliaan dan kehormatannya.
Tantangan, ancaman dan peluang yang dihadapi oleh para pemuda hari ini tentu sangat berbeda dengan 94 tahun yang lalu. Pemuda hari ini tidak sedang berfikir dan berjuang untuk memukul mundur dan mengusir penjajahan di bumi pertiwi. Akan tetapi tantangan, ancaman dan peluang yang dihadapi oleh pemuda saat ini adalah bagaimana menjadikan bangsa yang “gemah ripah loh jinawi” ini menjadi bangsa yang maju, berdaulat, adil dan makmur, mampu bersaing dan berdaya saing di kancah dunia.
Banyak peneliti memprediksi bahwa tidak lama lagi bangsa kita akan masuk pada era “bonus demografi”. Sebuah era dimana jumlah kaum mudanya lebih dominan dibandingkan dengan generasi tuanya. Di satu sisi banyak juga para peneliti yang menyebutkan bahwa tidak lama lagi bangsa kita akan masuk ke dalam sebuah era yang disebut sebagai “Indonesia Emas”. Di mana masyarakat Indonesia menjadi salah satu kekuatan ekonomi dunia dan memiliki “high income country”.
Para pemuda hari inilah yang memiliki peran dan andil besar dalam upaya mewujudkan Indonesia emas yang memiliki karakteristik berkemajuan, adil, makmur, sejahtera dan berdaya saing. Mengambil spirit sumpah pemuda 94 tahun yang lalu, para pemuda Indonesia hari ini harus mempersiapkan diri menjadi generasi yang mampu menunjukan kualitas dirinya sebagai anak bangsa. Menjadi generasi baru yang memiliki performance, kompetensi, knowledge, skill dan attitude yang mumpuni, sehingga kemajuan dan kemakmuran bangsa yang kita idam-idamkan bersama berhasil terwujud karena gairah, ketekunan dan etos kerja yang dihasilkan.
Para pemuda Indonesia hari ini harus bersatu padu untuk membangun bangsa, menghilangkan sekat-sekat agama, suku, ras, budaya dan golongan. Para pemuda hari ini harus memahami potensi strategisnya dalam kemajuan bangsa, sebagaimana pesan yang disampaikan oleh Prof. BJ Habibie Presiden ke-3 Republik Indonesia, bahwa “kualitas sumber daya manusia merupakan kunci keberhasilan masa depan bangsa. SDM yang unggul dan berdaya saing akan mengantarkan Indonesia sejajar dan disegani oleh bangsa lain”.
PSelamat hari sumpah pemuda yang ke-94 28 Oktober 2022, bersatu padu meningkatkan potensi diri untuk membangun bangsa. (*) Editor : Indra Andi