RADAR MALANG - Saat melakukan blusukan ke Pasar Glodok, Jakarta Barat, Ridwan Kamil merespons aspirasi warga dengan merencanakan pembangunan hunian vertikal di atas pasar tersebut.
Langkah ini dilakukan sebagai solusi atas mahalnya harga lahan di kawasan Glodok, sehingga lahan di atas bangunan pasar dapat dimanfaatkan sebagai hunian.
Rencana ini tidak hanya bertujuan menyediakan tempat tinggal layak yang dekat dengan tempat usaha warga, tetapi juga menjadi bagian dari revitalisasi Glodok sebagai pusat wisata budaya dan ekonomi yang menarik bagi pengunjung.
Baca Juga: Program Unik Ridwan Kamil Atasi Angka Stress di DKI Jakarta
Dalam kesempatan tersebut, Ridwan Kamil juga mendengarkan permintaan para tokoh masyarakat yang ingin menjadikan Glodok sebagai pusat seni dan budaya.
Selain membangun hunian vertikal, ia berencana membangun gedung opera bagi para seniman lokal sebagai wadah ekspresi kreatif.
Gedung opera ini diharapkan menjadi pusat kegiatan seni, di mana para seniman dapat menampilkan karya mereka, mulai dari teater, musik, hingga pertunjukan lainnya.
Kehadiran gedung ini diyakini akan menarik perhatian wisatawan, baik lokal maupun internasional, yang tertarik pada kekayaan budaya di kawasan Glodok.
Selain itu, Ridwan Kamil berinisiatif meningkatkan daya tarik Glodok dengan mengadakan car-free night di kawasan tersebut.
Dalam acara ini, berbagai atraksi budaya, seperti pertunjukan musik, tarian, serta kuliner khas Glodok, akan diperkenalkan kepada pengunjung.
Melalui car-free night, kawasan Glodok diharapkan tidak hanya menjadi pusat perdagangan, tetapi juga destinasi wisata yang menggerakkan ekonomi lokal dan menciptakan suasana yang nyaman bagi wisatawan.
"Kami akan memperbaiki kawasan ini agar orang betah berlama-lama dan berbelanja, sehingga ekonomi terasa meningkat. Kami juga akan mengadakan car-free night, di mana berbagai budaya Jakarta akan dipertontonkan, menunjukkan bahwa Jakarta adalah pusat seluruh etnis yang beragam," ujar Ridwan Kamil.
Dengan program-program ini, Ridwan Kamil berharap agar kawasan Glodok bukan hanya meghadirkan hunian yang nyaman bagi warganya, tetapi juga menjaga sebagai identitas budayanya.
Editor : Aditya Novrian