Mahasiswa dari 28 Negara Bertukar Ide di Ajang ISEoI Unisma

Ahmad Yani • Dipublikasikan Selasa, 6 April 2021 | 02:03 WIB
Rektor Unisma Prof Dr H Maskuri MSi saat konferensi pers kegiatan ISEoI 2021 kemarin (5/4). (Biyan Mudzaky/Radar Malang)
Rektor Unisma Prof Dr H Maskuri MSi saat konferensi pers kegiatan ISEoI 2021 kemarin (5/4). (Biyan Mudzaky/Radar Malang)
MALANG KOTA – Perhatian ratusan mahasiswa dari 28 negara tertuju ke Universitas Islam Malang (Unisma). Mereka adalah peserta International Student Exchange of Idea (ISEoI) 2021 yang digelar mulai hari ini (5/4) hingga besok. Dalam acara yang digelar secara daring tersebut, para peserta saling berbagi pengalaman dan bertukar ide.

"Jadi ini pertukaran ide terkait proses pembelajaran baik selama atau sebelum pandemi Covid-19," terang Rektor Unisma, Prof Dr H Maskuri MSi kemarin (5/4). Beberapa peserta yang memastikan ikut di antaranya berasal dari Amerika Serikat, Tiongkok, Jerman, Jepang, Rusia, Mesir, Ghana, Iran, Jordania, Malaysia, Maroko, Palestina, Filipina, Somalia, Spanyol, Timor Leste, hingga Zimbabwe. "Banyak, per tanggal 5 April ini sudah 28 negara yang sudah mendaftar," kata dia.

Menurut Prof Maskuri, pertukaran ide semacam ini dirasa akan membuka wawasan bagi mahasiswa tentang pentingnya mengetahui model-model pembelajaran, terlebih dengan adanya program pemerintah Merdeka Pembelajaran, Kampus Merdeka. "Ya diharapkan membuka wawasan kepada mahasiswa, khususnya Unisma bahwa adanya good practices model-model pembelajaran. Apalagi adanya program pemerintah itu, pembelajaran tidak lagi selalu di dalam kelas," tambahnya.

Acara yang dibuka Menpora RI Zainudin Amali itu juga ada sesi pertukaran ide dari beberapa rektor luar negeri. "Ada nanti salah satu rektor dari Moscow, Rusia dan ada juga dari Afghanistan, " tambah Prof Maskuri.

Sementara itu, saat membuka ISEoI 2021 Unisma, Menpora RI Zainudin Amali menyatakan pentingnya para mahasiswa ikut aktif berperan menanggulangi bencana pandemi Covid-19. Hal itu bisa dilakukan dengan melakukan empat hal, yakni promotif, preventif, kuratif, dan rehabililatif.

Di hadapan para mahasiswa dari 28 negara itu, dia memaparkan peran penting yang bisa dilakukan para pemuda di tengah pandemi Covid-19.
Zainudin menjelaskan, dari data BPS 2019 diketahui jumlah pemuda mencapai 24 persen dari total 267 juta warga negara Indonesia. "Jumlah 24 persen dari total penduduk ini sangat menentukan untuk ikut ambil bagian dalam penanganan pandemi Covid-19. Para mahasiswa Unisma juga ada di dalamnya," terangnya.

Pewarta: Biyan Mudzaky Editor : Ahmad Yani
Event Internasional JPRM mahasiswa UNISMA ISEoI