Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Pelatihan Batik Tulis dengan Media Kain Kaos Bagi Kelompok Marjinal

Didik Harianto • Senin, 29 November 2021 | 18:38 WIB
Photo
Photo
PEMBERDAYAAN EKONOMI MASYARAKAT “BATIK SENG”

DESA SENGGURUH KECAMATAN KEPANJEN

KABUPATEN MALANG JAWA TIMUR

Peserta pelatihan: Remaja masjid, remaja karangtaruna, kelompok marjinal (remaja putus sekolah, mantan pemakai narkoba, kaum disabilitas)

Tim: KetuaDr. BogeTriatmanto, SE., MM, dan beranggota Pof. Dr. Anwar Sanusi, SE., Msi dan Aris Siswati, SE., MM

 

Sengguruh, mungkin nama tempat ini tidaklah sepopuler Pujon yang sangat terkenal dengan kafe sawahnya. Namun di balik senyapnya nama tempat ini,  Sengguruh sebenarnya menyimpan potensi yang luar biasa dalam upaya mendukung pariwisata unggulan di Kabupaten Malang. Berada di kawasan Selatan dari wilayahKabupaten Malang, Desa Sengguruh menjadi jalur yang dilewati ketika akan menuju kawasan wisata pantai di Malang Selatan.

 

Sekelompok masyarakat di salah satu wilayah di Desa Sengguruh ini telah memulai upaya tersebut dengan mencoba merintis sebuah usaha produksi Batik Tulis. Evi Wahyu Astutik, yang pada awalnya berprofesi sebagai seorang guru mencoba memikirkan bagaimana memberikan suatu bentuk edukasi bagisi swanya yang memuat unsure budaya asli Indonesia. Batik menjadi pilihannya, karena baginya Batik adalah salah satu identitas Bangsa Indonesia. Di tengah gempuran budaya asing yang begitu cepat masuk ke Indonesia, tentu saja diperlukan suatu upaya untuk tetap mengingatkan anak bangsa terhadap budaya asli bangsanya. Berawal dari pemikiran tersebut, Evi mulai menekuni bagaimana proses pembuatan batik tulis. Sampai pada akhirnya justru beliau memutuskan fokus pada usaha produksi batik tulis.

 

Tim dari LPPM Unmer Malang melalui program Hibah PPMUPT dari Ristek Brin yang diketuai oleh Dr. BogeTriatmanto, SE., MM, dan beranggota Pof. Dr. Anwar Sanusi, SE., Msi, Aris Siswati, SE., MM mencobamenyumbangkan ide dan pemikiran mengenai hal tersebut yaitu melalui langkah pemberdayaan ekonomi masyarakat sekitar melalui pengembangan Batik Tulis. Menurut Boge, bahwa pemberdayaan ekonomi masyarakat merupakan salah satu upaya dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat. Pendampingan oleh timdi tahun ketiga ini mulai dilaksanakan pada pertengahMaret 2021.

Pelatihan batik yang dilaksanakan oleh tim pengabdi merupakan salah satu kegiatan yang merupakan inisiatif ide dari mitra pengabdian dimana mitra mengharapkan bahwa manfaat dari kegiatan pengabdian dapat dirasakan lebih luas bagi lingkungan sekitar. Kepedulian mitra terhadap masyarakat sekitar merupakan bukti bahwa kegiatan usaha yang dilaksanakan oleh UKM Batik Seng tidak semata-mata bagaimana upaya meningkatkan profit usaha, namun tanggungjawab social terhadap lingkungan yang cukupbesar.

Pelatihan batik tulis dengan sasaran kelompok marjinal ini merupakan pengembangan dari kegiatan pada tahun-tahun sebelumnya, dimana pelatihan batik tulis sudah pernah dilaksanakan pada tahun pertama kegiatan pengabdian dengan sasaran pengrajin di UKM Batik Seng dengan target peningkatan kompetensi pengrajin batik. Pada kegiatan pelatihan kali ini dengan sasaran yang berbeda, dimana peserta merupakan orang-orang yang sama sekali belum pernah mendapatkan wawasan maupun pelatihan sejenis mengenai batik tulis.

Target darikegiataninimencakupbeberapahal, diantaranya adalah peningkatan wawasan serta keterampilan tambahan bagi kelompok marjinal. Alasan memilih sasaran peserta kelompok marjinal adalah bahwa selama ini dari prasurvei yang telah dilakukan sebelum menetapkan peserta, hamper seluruh calon peserta tersebut belum pernah mengikuti atau mendapatkan wawasan mengenai proses dan cara pembuatan batik tulis. Seluruh peserta pelatihan yang berjumlah 30 orang menyambut antusias kegiatan ini sehingga dari dua hari pelaksanaan kegiatan pelatihan, para peserta mengikuti secara penuh seluruh rangkaian kegiatan.

Hasil darikegiatanpelatihan yang telahdilaksanakanadalahbagipeserta, pertama mereka mendapat wawasan serta keterampilan baru yaitu cara pembuatan batik tulis, kedua para pesertamendapatkan ide alternatifkegiatanusaha yang dapatmulaidirintis, ketiga mendapatkan informasi jejaring usaha dari narasumber yang merupakan pengrajin batik berprestasi mengenaiakses-akses pengembangan usaha baik melalui program hibah maupun jalur pemasaran produk dan yang keempat adalah meningkatnya motivasi bagi para peserta, di mana beberapa diantara peserta yang sebelumnya merasa pesimis untuk memperoleh kesempatan kerja, namun dengan ide keterampilan membuat batik tulis ini mereka termotivasi untuk mendapatkan hak kesempatan bekerja yang sama dengan semua orang. Editor : Didik Harianto
#Sengguruh #Karangtaruna #Unmer #Remaja #Remaja masjid