Selain itu, arah kedepannya produk ini dapat dipasarkan ke masyarakat Batu dan sekitarnya. Guru Kelas IV SDN Songgokerto 03 Dewi Nawang Wulan mengatakan, ide pembuatan pupuk kompos berawal dari banyaknya daun kering yang berguguran di area sekolah. “Jadi setiap hari, siswa kelas IV mengumpulkan daun kering dan memasukkannya ke dalam tong,” ungkapnya. Untuk pembuatan pupuk kompos yang dilakukan oleh siswa terbilang mudah.
Mulai dari pupuk EM4, pupuk molase, dan pupuk cair organik (POC). “Kalau EM4 ini fungsinya sebagai pengurai dalam proses fermentasi pupuk. Sedangkan, untuk pupuk molase dan POC itu bahannya dari nasi aking atau nasi basi yang dicampurkan dengan daun kering,” papar Dewi. Sementara itu, Kepala SDN Songgokerto 03 Helmina Maulidiyah menyatakan, produksi pupuk kompos tersebut menjadi solusi persoalan sampah di lingkungan sekolah.
“Untuk produk pupuk organik ini untuk sementara digunakan untuk kebutuhan di sekolah. Misalnya nanti ada tema kewirausahaan, produk ini tentu juga bisa dipasarkan,” harapnya. (ifa/nay) Editor : Mardi Sampurno