UNGKAPAN ini digunakan untuk menggambarkan sesuatu yang jumlahnya banyak.
Selain sak ndayak, ada istilah lain yang serupa. Yakni sak bajek.
Dari pendalaman Jawa Pos Radar Malang, ada dua kemungkinan asal kata sak ndayak.
Teori pertama ketika pasukan Kerajaan Majapahit melakukan ekspansi ke wilayah Kalimantan.
Mereka kemudian melihat pasukan dari Suku Dayak dengan jumlah yang sangat besar.
Jadilah istilah sak ndayak dituturkan secara turun temurun kepada generasi selanjutnya.
Sedangkan teori kedua merujuk pada kebiasaan orang Dayak ketika berperang.
Mereka selalu berkelompok dengan jumlah besar.
Sejarawan dan Pemerhati Bahasa Malangan Restu Respati menyampaikan, belum ada sejarah jelas asal usul kata sak ndayak.
Na mun, kemungkinan besar berasal dari dua teori tersebut.
”Suku Dayak hampir sama dengan Suku Indian. Sering berkelompok dalam jumlah nya sangat besar,” kata Restu.
Biasanya, kata sak ndayak digunakan untuk menyebut jumlah anak.
Contohnya seperti ”wong iku lo, anake sak ndayak”.
Kemudian untuk orang yang suka berteman, yakni ”atiati, bolone sak ndayak iku”. (adk/by)
Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana