SINGOSARI - Sekolah Rakyat (SR) Terintegrasi 47 Malang di area Balai Lingkungan Kerja (BLK) Singosari akan menerapkan kurikulum tailor made. Itu berbeda dengan sekolah reguler yang menerapkan kurikulum merdeka. Kurikulum tersebut akan disesuaikan dengan karakteristik siswa-siswi di SR.
Kepala SR Terintegrasi 47 Malang Warsito menyampaikan, kurikulum tersebut merupakan kurikulum nasional yang dijahit. Oleh karena itu, dinamakan tailor made. ”Kalau sekolah reguler kan akademiknya benar-benar dikejar. Kalau di SR itu, kami ada talent DNA. Metode untuk memetakan bakat dan minat siswa,” kata Warsito.
Nanti, kurikulum yang diterapkan tidak bersifat seragam untuk semua siswa. Disesuaikan bakat siswa agar pembelajaran lebih personal dan efektif. Tugas SR, mendorong dan mengembangkan bakat itu supaya maksimal sebagai modal untuk kuliah dan masuk dunia profesional.
Selain pembelajaran akademik, non akademik juga akan diajarkan. Seperti ibadah bersama untuk meningkatkan sifat religius siswa hingga ekstrakurikuler. ”Aktivitas dimulai dari bangun pagi, kemudian ibadah subuh dan dilanjutkan dengan senam. Pembelajaran dimulai pukul 07.00 WIB. Berakhir 13.30-14.00 WIB,” kata dia.
Terdapat banyak penekanan dalam pembelajaran. Seperti digitalisasi, kepemimpinan, hingga kewirausahaan. Sehingga begitu lulus dari SR, siswa sudah siap beradaptasi. ”Saat siswa tidak memutuskan lanjut kuliah, misalnya. Dia bisa punya bekal untuk bekerja maupun berwirausaha,” imbuhnya.
Menurutnya, menerapkan kurikulum tersebut memungkinkan siswa untuk masuk dan keluar pada jenjang yang berbeda sesuai capaian belajar. Sistem tersebut seperti multi-entry dan multi-exit. Dia menyebut, meskipun awal pembelajaran akhir September 2025, saat memasuki semester kedua bisa bersamaan dengan SR rintisan lain. Kurikulum tailor made tidak memiliki timeline yang terlalu ketat seperti di sekolah reguler.
Seperti diberitakan koran ini sebelumnya, SR terdiri dari empat rombongan belajar (rombel). Satu rombel jenjang SD dan tiga rombel jenjang SMA. Masing-masing rombel berisi 25 siswa-siswi. Sehingga jika ditotal, terdapat 100 anak yang mengenyam pendidikan di sekolah tersebut. (yun/gp)
Editor : A. Nugroho