MTsN 2 Kota Malang mempunyai strategi tak biasa dalam menggenjot kualitas pelajar. Mulai menyiapkan lima kelas unggulan, hingga menggandeng sekolah swasta favorit.
DARI 200 lulusan MTsN 2 Kota Malang, sekitar 170 anak berhasil masuk SMA negeri. Sisanya masuk SMA swasta, Madrasah Aliyah Negeri (MAN) maupun MA swasta. Hal itu disampaikan oleh Kepala MTsN 2 Kota Malang Anita Yusianti kemarin.
Di antara sekolah swasta favorit yang menampung banyak lulusan MTsN 2 Kota Malang adalah SMK Telkom Malang. Madrasah tersebut juga sedang menjajaki komunikasi strategis dengan salah satu sekolah swasta unggulan di Kota Malang yang mempunyai asrama.
”Siapa pun dari MTsN 2 Kota Malang yang mendaftar di sekolah unggulan tersebut, Insya Allah nanti diprioritaskan,” ujar Anita ditemui di ruang kerjanya kemarin.
Pada tahun ajaran 2026/2027, dia melanjutkan, MTsN 2 Kota Malang menerima 320 siswa baru melalui sistem Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB). Seleksi terbagi menjadi tiga jalur. Yakni jalur prestasi yang meliputi prestasi tahfiz, akademik, dan non-akademik, jalur reguler, serta jalur afirmasi.
“Sekitar 320 siswa tersebut tidak langsung kami petakan. Kami proses lagi untuk dimasukkan ke dalam lima program,” kata dia.
Yakni kelas Olimpiade yang dijaring melalui tes tulis kompetensi mata pelajaran IPA, IPS, dan matematika. Kelas bilingual yang diproyeksikan bagi siswa dengan kompetensi bahasa asing. Proses seleksinya menitikberatkan pada kemampuan berbicara menggunakan bahasa Inggris. Ada juga kelas tahfiz yang proses penyeleksian dilakukan melalui ujian kemampuan baca-tulis Al-Qur'an serta hafalan ayat siswa.
Selanjutnya kelas olahraga dan seni (orkes) yang merupakan program layanan terbaru tahun ini untuk memfasilitasi tingginya potensi siswa di ranah non-akademik. Penjaringan dilakukan lewat serangkaian tes fisik resmi. Terakhir yakni kelas percepatan atau akselerasi yang proses belajarnya dua tahun.
“Untuk kelas percepatan, calon siswa menjalani tes IQ (intelligent quotient). Minimal hasilnya di angka 120 atau setidaknya batas toleransi 115,” imbuh Anita.
Tidak hanya berfokus pada capaian prestasi siswa, sekolah di bawah naungan Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Malang tersebut juga menunjukkan performa kelembagaan yang kuat. Madrasah tersebut berhasil meraih predikat nomor dua terbaik se-Kota Malang dalam aspek akuntabilitas pengelolaan keuangan.
Keberhasilan tersebut karena inovasinya dalam membangun aplikasi khusus secara mandiri. Aplikasi tersebut diberi nama SIPAMAD (Sistem Pengelolaan Anggaran Madrasah). Melalui aplikasi Sipamad, seluruh alur keuangan, mulai dari proses pengajuan, pencairan, hingga total saldo dapat dipantau secara transparan dan akurat.
“Insya Allah dari enam satker, MTsN 2 Kota Malang adalah salah satu madrasah yang memiliki aplikasi tersebut,” lanjutnya.
Di samping tata kelola finansial yang dinilai akuntabel, madrasah tersebut juga sukses mempertahankan kualitas mutunya dengan meraih akreditasi A+ (automasi). Masa berlakunya berjalan hingga tahun 2029 mendatang.
Saat ini MTsN 2 Kota Malang menargetkan akselerasi ke tingkat Adiwiyata Nasional. Seluruh dokumen pendukung (evidence) untuk penilaian Adiwiyata Nasional tahun ini telah di-unggah (submit), dan kini sedang menunggu hasil pengumuman resmi.
Paralel dengan itu, madrasah juga dipersiapkan sebagai salah satu madrasah piloting untuk meraih predikat Zona Integritas Wilayah Bebas dari Korupsi (ZI-WBK). (yun/dan).
Editor : Mahmudan