MALANG KOTA – Jawa Pos Radar Malang kembali mengapresiasi pendidik maupun lembaga pendidikan di Bumi Arema. Jumlah pahlawan pendidikan yang dikukuhkan berpotensi bertambah.
Tahun lalu ada 40 tokoh maupun lembaga, tahun ini ada 50 yang masuk daftar calon penerima penghargaan.
Anugerah pendidikan yang digagas Jawa Pos Radar Malang menjadi simbol sekaligus wujud pengakuan pentingnya guru sebagai pilar pendidikan.
“Kami melihat Kota Malang sebagai Kota Pendidikan dengan peran orang-orang di baliknya yang sangat besar,” ujar Ketua Pelaksana Anugerah Pendidikan Jawa Pos Radar Malang, Joni Setiawan.
Dia menyebut, guru berperan di balik layar dalam membangun kesadaran dan mencerdaskan anak bangsa. Lalu peran pemerintah dalam memfasilitasi pendidikan melalui APBD dan program-program lainnya juga penting.
Joni mengatakan, Anugerah Pendidikan diselenggarakan sebagai pembuktian bahwa guru dan orang yang berperan dalam memajukan pendidikan layak diapresiasi. Oleh karena itu, ada dua kategori penghargaan yang disiapkan, yakni personal dan institusi.
Kategori personal diberikan kepada guru dan para pengelola sekolah atas upayanya memajukan pendidikan lewat berbagai kegiatan yang inspiratif. Sementara kategori institusi diberikan kepada sekolah yang melahirkan berbagai prestasi untuk memajukan dan mencapai tujuan pendidikan secara luas.
Dari 50 calon penerima penghargaan anugerah pendidikan, 40 di antaranya untuk sekolah. Sisanya 10 penghargaan untuk guru atau kepala sekolah (Kasek) berprestasi. Seluruh nominator sudah diseleksi dalam kurun waktu tiga bulan. Penetapannya bakal diumumkan di Hotel Alana pada 29 Juli nanti.
”Saat ini sudah lebih dari 100 sekolah yang dikurasi oleh tim kami,” lanjut Joni.
Panitia penyeleksi berasal dari Jawa Pos Radar Malang, dinas pendidikan, Kantor Kementerian Agama (Kemenag), hingga cabang dinas (cabdin) pendidikan di Malang raya. Banyak kategori yang tersedia dan saat ini masih terus dalam tahap penilaian.(aff/dan)
Editor : Mahmudan