Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Fenomena Cuaca, Suhu Dingin di Kota Malang Berlangsung hingga Agustus

Yudistira Satya Wira Wicaksana • Jumat, 21 Juli 2023 | 19:00 WIB

 

Sensor cuaca di BMKG Karangploso.
Sensor cuaca di BMKG Karangploso.

MALANG KOTA - Hawa dingin yang terasa dalam beberapa hari terakhir masih akan bertahan untuk beberapa waktu ke depan. Fenomena itu menjadi siklus tahunan yang terjadi antara bulan Juli, dan diperkirakan berlangsung hingga bulan Agustus.

Dari pengamatan wartawan koran ini, pada pagi tadi, suhu terendah bisa mencapai 17 derajat. Namun ternyata, menurut catatan BMKG, suhu tersebut bukan lah yang terendah. ”Pagi ini (kemarin) suhu terendah mencapai 16 derajat. Puncak suhu dingin memang di bulan Juli hingga Agustus,” terang Forecaster BMKG Malang Petty Yuliani. 

Petty menjelaskan, ada beberapa faktor yang menyebabkan suhu di Malang Raya menjadi lebih dingin. Faktor pertama yakni gerak semu matahari. Gerak semu yang bergerak ke utara bumi mengakibatkan wilayah Indonesia yang berada di selatan kehilangan sumber panas. Sehingga suhu udaranya menjadi lebih dingin.

”Posisi Indonesia berada di selatan. Sehingga saat ini posisi kita jauh dari matahari. Sehingga membuat suhu udara lebih dingin. Di tahun sebelumnya, pernah paling rendah hingga mencapai 16 derajat,” paparnya. Lebih lanjut Petty menerangkan, gerak semu itu juga memberikan dampak lain.

Yakni membuat Australia memiliki tekanan udara lebih tinggi dengan masa udara dingin. Udara dingin dari Australia juga masuk ke Indonesia. Sehingga memberi dampak langsung dengan mendinginkan suhu udara yang dilewatinya, termasuk pulau Jawa. ”Udara bergerak dari tekanan tinggi ke tekanan rendah, jadi udara Australia yang dingin ini bergerak ke benua Asia,” jelasnya.

Meski ada fenomena itu, Petty meminta untuk masyarakat tidak perlu khawatir. Sebab, suhu dingin itu menjadi fenomena tahunan. ”Diharapkan, warga bisa lebih bersiap dengan pakaian yang lebih tebal. Untuk menghindar dari penyakit yang tidak diinginkan,” pungkasnya. (adk/by) 

Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana
#malang dingin #suhu dingin di kota malang