MALANG - Kebakaran lahan yang kini marak terjadi akhirnya merambah ke wilayah hutan.
Peristiwa itu terjadi di kawasan hutan jati milik Perhutani di Dusun Kebonsari, Desa Ngebruk, Kecamatan Sumberpucung, kemarin siang (1/10).
Sekitar 2.000 meter persegi lahan hutan hangus diduga karena faktor cuaca.
Kapolsek Sumberpucung AKP Lukman Hudin mengatakan, laporan terjadinya kebakaran itu masuk sekitar pukul 13.30.
Saat itu api sudah membakar sebagai lahan hutan di dekat tempat wisata Djaten Park, di RT 1/RW 1, Dusun Kebonsari, Desa Ngebruk, Kecamatan Sumberpucung.
Area yang terbakar berada ada di sisi selatan jalan penghubung Desa Ngebruk dengan Ternyang.
”Awalnya kami mendapat laporan dari warga tentang lahan di kawasan hutan yang terbakar. Saat kami tiba di lokasi kejadian, ternyata tidak ada orang sama sekali,” kata dia.
Dokumentasi yang diterima wartawan koran ini menunjukkan bahwa pemadaman dilakukan delapan personel menggunakan satu unit mobil damkar.
Empat anggota Polsek Sumberpucung juga turun tangan untuk membantu memadamkan api.
Beruntung yang terbakar hanya rumput dan dedaunan kering di permukaan lahan hutan.
Api tidak sampai membakar batang pohon di bagian atas, Hanya beberapa akar pohon saja yang tampak gosong sebagian.
Sore itu sempat muncul dugaan ada orang yang sengaja melakukan pembakaran.
Namun, karena sama sekali tidak ada pohon yang terbakar, kemungkinan api muncul karena faktor alam.
Yakni cuaca yang sangat terik dan banyaknya rumput dan dan kering.
“Sekarang sedang musimnya pohon jati meranggas dan kemarau. Kami menduga lahan itu terbakar karena faktor panas terik saja. Tidak ditemukan bukti ada kesengajaan dibakar oleh seseorang,” papar mantan Kapolsek Tirtoyudo Polres Malang itu.
Pukul 15.10, proses pemadaman dan pendinginan lahan yang terbakar tuntas dilakukan.
Total luas yang terbakar adalah 2 ribu meter persegi.
Namun, tidak ada kerugian materi yang ditimbulkan.
“Tak ada pohon yang terbakar,” tutup dia. (biy/fat)
Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana